"Ethereal"
"Carmen! kenapa akhir-akhir ini kamu terlihat tidak bersemangat? Ayolah aku tidak suka kamu yang gelisah seperti ini"
"Aku baik-baik saja jangan khawatir, ayo kita makan ice cream"
"benarkah? Baiklah Ayooooo"
Sudah satu minggu sejak kejadian di lampu merah Carmen tidak mendapatkan panggilan dari nomor baru sama sekali, harap-harap cemas membuat Carmen cukup gelisah untuk satu minggu terakhir, karena menurutnya ini terasa aneh, bukan apa-apa dia merasa ada yang mengikutinya dalam satu minggu terakhir, Carmen merasa tiba-tiba ada orang asing yang terlihat aneh kemanapun Carmen pergi.
"Carmen kita sudah sampai, kamu mau es krim rasa apa?"
"ah aku mau es krim rasa coklat rendah gula, dan sedikit mutiara boba"
"Baiklah, duduklah aku akan memesan untuk kita"
Carmen duduk di bangku pojok menunggu Vanessa, namun ada yang aneh menurutnya di toko es krim, seorang pria berpakaian serba hitam namun sangat rapih ikut duduk disamping Carmen dan tidak mengatakan apapun, sungguh janggal tapi tidak membahayakan.
"Carmen ini es krim kita, ayo makan!"
Vanessa mengkode Carmen dengan matanya siapa gerangan yang duduk sampingnya, namun Carmen menggeleng pasrah karena dia pun tidak tau.
"Permisi Tuan, aku dan temanku mau makan es krim di meja ini, apakah Anda ingin sesuatu juga?.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut pria misterius ini, malah dia pergi begitu saja sambil melihat ke arah Carmen dengan intens sebelum keluar meninggalkan toko es krim itu.
"pria yang aneh bukan, kamu tidak apa-apa kan Carmen? pria itu membuatku khawatir"
"aku baik-baik saja, hanya merasa aneh, karena sudah beberapa kali dihampiri pria misterius aneh seperti yang tadi"
"benarkah, kenapa kamu tidak bilang padaku?, apakah kamu punyah masalah?"
"hmmm sebenarnya aku menabrak mobil mewah di lampu merah satu minggu lalu dan aku memberikan kartu namaku untuk pengemudinya dan menyuruhnya menelpon aku untuk ganti rugi, namun hingga saat ini tidak ada telfon sama sekali yang ada malah beberapa orang aneh berkeliaran di sekitar ku"
"mobil mewah? wow malang sekali nasibmu, kamu tau kan mobil mewah itu mahal"
"ya, makanya aku khawatir, ayo makan es krimya sebelum cair"
Es krim rasa coklat adalah obat yang paling manjur untuk segala suasana, Carmen dan Vanessa memakannya dengan lahap tanpa menyadari bahwa masih ada lagi pria misterius yang menatap mereka.
"Eh Carmen, sudah lihat berita infotainment terbaru tentang Rosa Rain? Artis pendatang baru yang sangat cantik itu, dia mengaku bahwa dia sudah resmi pacaran dengan seorang Tuan muda dari perusahaan A bernama Hanson Johannes"
"Hanson Johannes? siapa dia? aku tidak tau, kalau Rosa Rain aku tau karena dia sedang booming sekarang"
"kamu harus lihat fotonya, mereka sangat serasi, bacalah beritanya"
"Vanessa ayolah, aku tidak tertarik dengan kehidupan mereka, lagi pula itu tidak ada hubungannya dengan ku"
"ah Carmen kamu tidak asyik diajak bergosip"
"Vanessa kamu konyol sekali, kenapa kamu harus terobsesi dengan kehidupan mereka, hal-hal seperti itu tidak menguntungkan, bekerja keraslah daripada membuang waktu untuk membaca hidup orang lain"
"kamu sangat menyebalkan hahahahah"
Dua sahabat itu sungguh saling menyayangi, Vanessa adalah sahabat Carmen sejak kecil, orang tua Vanessa cukup kaya dan rendah hati, membuat Vanessa menajadi pribadi yang suka menolong terutama penolong bagi Carmen. Mereka berdua memutuskan untuk merantau di kota seni untuk bekerja dan berlibur, Vanessa lebih banyak liburnya daripada kerja dan Carmen lebih banyak kerjanya daripada liburnya.
"Carmen, aku akan pergi berlibur ke London minggu depan, kamu mau oleh-oleh apa?"
"ah benarkah! bawakan aku satu pria Inggris yang kaya"
"hahaha konyol, aku serius!"
"Baiklah Nona Vanessa cukup bawakan aku baju kaos yang ada gambar London Bridge-nya"
"itu saja? ayo yang lain, mungkin tas tangan yang cantik?"
"Vanessa kamu rupanya sangat pemaksa ya! bawakan aku apapun yang kamu mau"
"Baiklah Nona Carmen Juan yang paling konyol, hahahaha"
"Carmen mau ke club akhir pekan ini? aku yang traktir, aku akan ke London selama satu bulan, berpesta akan membuatku nyaman saat pergi nanti"
"Vanessa kamu aneh, tapi ayo, aku ingin sekali berjoget dan mencium pria asing"
"Carmen lihat dirimu, kamu sudah mulai nakal. Pria asing seperti apa yang akan kamu cium?"
"entalah, aku ingin pria asing yang tampan dan juga kaya"
"hahaha sejak kapan kamu menjadi materialistis?"
"sejak aku menabrak mobil mewah itu"
"hahaha kamu konyol"
"Ayo pergi sudah berjam-jam kita duduk disini, aku pikir para pegawai disini akan mengusir kita"
Carmen dan Vanessa pergi dari toko es krim tanpa menyadari bahwa ada pria asing yang merekam semua percakapan mereka. Sepeda motor melaju menuju mini apartment yang sudah disadap oleh pria asing. Kehidupan Carmen Juan akan menjadi tontonan bagi seseorang diluar sana yang ingin mengetahui kehidupan Carmen Juan tanpa ketahuan entah tujuannya untuk hal baik tau malah sebaliknya.
Carmen tiba di mini apartmentnya lalu bembasuh tubuhnya dan berganti pakaian rumah yang nyaman, sedangkan diseberang kota seseorang sedang mengamati semua gerak geriknya.
"Halo Papa, Papa apa kabar? Carmen akan mengirimkan uang biaya rumah sakit Paman Joe minggu depan, bersabarlah sedikit. Papa, Carmen akan sendiri untuk satu bulan kedepan, Vanessa akan berlibur ke Inggris, Carmen akan menjaga diri dengan baik, Papa butuh biaya tambahan untuk sekolah adik?". Carmen mengirim pesan suara kepada Papanya yang ada di kota lain. Kehidupan mereka banyak berubah setelah Paman Joe mengalami kecelakaan kerja di kota seni ketika bekerja membangun sebuah villa mewah di kota seni, katanya villa itu dimiliki oleh Perusahaan A tapi mereka tidak bertanggung jawab atas kecelakaan Paman Joe secara penuh karena beberapa alasan, jadi Carmen-lah yang mengambil alih untuk merawat Paman Joe, karena Paman Joe yang membiayai kehidupan Carmen selama kuliah, sayangnya satu minggu sebelum Carmen wisuda Paman Joe mengalami kecelakaan itu, disatu sisi Carmen cukup menaruh dendam pada perusahaan A karena telah mengabaikan pamannya dan tidak bertanggung jawab secara penuh. Kehidupan terus berlangsung semua orang harus melanjutkannya. Paman Joe aku akan mencari keadilan untuk mu.
Ponsel Carmen berdering, panggilan dari nomor baru, Deg! apakah itu supir mobil mewah itu?
"Halo, selamat malam, ini dengan siapa?"
"Carmen! ini dengan Vanessa, hp ku bermasalah jadi aku menelpon mu menggunakan hp supirku"
"Sialan kamu membuatmu kaget saja"
"hahahaha kamu pikir aku adalah pihak korban tabrakan lari lampu merah?"
"Vanessa hentikan apa mau mu?"
"ah aku mau menginap di tempat mu akhir pekan ini, agar kita bisa berangkat bersama ke-club nanti"
"Baiklah"
Jantung Carmen mengecil karena panggilan dari Vanessa tadi.