Suasana gaduh saat bel belum berbunyi sudah merupakan hal yang wajar di setiap kelas. Entah kenapa di awal semester selalu saja guru-guru masih datang terlambat.
Duduk melamun di dekat jendela kelas adalah hobiku. Kelasku berada di sebelah tempat parkir. Jadi menatap anak-anak yang tergesa-gesa menaruh sepeda motornya dan berlari menuju kelas adalah suatu kebiasaan yang aku lakukan di awal semester ini.
Namun hari ini terasa berbeda. Angin bertiup sepoi-sepoi membelai poniku. Namun tak bisa menggoyahkan rambut panjang yang ku kuncir kuda.
Saat itu kulihat seseorang parkir tepat di depan ku. Hanya beberapa meter dari pandangan ku. Yaah... hanya terpisah oleh kaca kelas dan 2 sepeda motor yang berjajar.
Tiba-tiba hatiku berdesir. Helm teropongnya baru dibuka setelah dia menempatkan sepeda motornya dengan rapi. Rambutnya yang berantakan dirapikan asal dengan jari dengan melirik spion motornya.
Aaahh.. pandangan kami bertemu.
Deg.
Kemudian dia langsung pergi meninggalkan tempat parkir itu. Dan tentunya meninggalkan aku yang masih terpana olehnya.