"Siapa yang mengirim mu? Apakah Ayah yang mengirim mu? Iya kan benar?"
Freya sangat yakin jika orang yang telah mengirim burung raksasa ini adalah ayah nya yang tidak pernah akan rela jika dia dalam kesulitan. Tidak perlu untuk di ragukan lagi bagaimana selama ini sang ayah sangat mencintai dan juga sayang pada Freya.
"Tidak penting siapa yang telah mengirimkan aku kesini. Saat ini adalah yang paling penting kita harus lolos dari makhluk menyeramkan itu. Cepat turunkan hujan nya sekarang juga Tuan Putri. Itu juga demi kebaikan kita semua."
Tidak ada waktu lagi untuk membahas siapa yang telah mengirim orang tersebut. Lagi pula atas pesan Arabella sang burung raksasa di larang untuk memberi tahu siapa pun.
Dan burung itu akan memegang amanah itu sampai kapanpun.
"Baiklah... baiklah... aku akan segera menurunkan hujan. Tapi bisakah kamu terbang jauh lebih tinggi lagi? Aku tidak bisa konsentrasi kalau monster jelek itu terus mengejar kita!"
Freya terus memandang ke belakang dan melihat jika pada saat ini raksasa kiriman Aldric masih tidak juga menyerah dan terus mengejar dirinya.
Bahkan tidak hanya sampai disitu saja. Raksasa itu berlari hingga membuat pohon pohon menjadi tumbang. Jejak langkah nya pun telah membuat getaran sampai kemana mana.
Jujur saja jika pada saat ini Freya merasa takut jika mereka akan tertangkap oleh raksasa itu.
"Baiklah aku akan terbang lebih tinggi lagi!"
Tepat saat raksasa itu hampir saja menangkap nya. Sang burung warna emas itu semakin meninggi kan jarak terbang. Bukan hanya itu kepakan sayapnya makin lincah untuk menghindari sang raksasa. Hingga pada akhirnya raksasa tersebut hanya bisa marah karena tidak bisa menangkap sang burung yang tengah membawa Freya dalam gendongannya.
"Sekarang juga lakukan!" perintah sang buruk saat jarak mereka dengan raksasa sudah sangat jauh. Burung yang membawa Freya sudah terbang tinggi hingga mencapai langit.
Kemudian dengan buru buru. Freya membaca mantra yang dia kuasai untuk mendatangkan hujan badai.
"Abracadabra... latata.... "
Freya mulai memejamkan mata sembari mengharap ke langit. Dia seakan mengeluarkan kilatan petir yang menyambar ke angkasa. Tidak selang lama. Langit seakan menutup dan mendung datang.
Tetesan hujan yang pada awalnya kecil kecil mulai menjadi besar dan makin besar. Hujan yang turun dari langit seakan tidak bisa lagi terbendung. Angin kencang turut membuat suasana jadi kacau. Hingga tak selang lama Raksasa yang mengikuti Freya mulai mematung dan melihat ke arah kaki.
Ya, kaki raksasa itu mulai memudar dan detik berikut nya sang Raksasa jatuh tersungkur. Kemudian menjerit dengan sangat keras.
"Freya... dasar gadis kurang ajar kau. Lihat saja... tunggu pembalasan yang akan aku lakukan." jerit Raksasa itu saat seluruh tubuh nya semakin pudar dan menghilang. Tidak hanya itu saja. Saat ini pohon pohon yang di sekitar Raksasa itu mulai tumbang karena badai dan pada akhir nya menimpa Raksasa.
"Seperti nya Raksasa itu sudah musnah."
Gotta hanya bisa berharap harap cemas, dia Raksasa itu pada akhir nya bisa mati dan tidak akan bangun lagi. Dia tidak akan sanggup jika harus melawan Raksasa itu lagi tenaga nya sudah hampir habis.
"Ya... semoga saja raksasa itu tidak akan pernah bangun selama nya!" harap Freya dengan terus melihat ke arah Raksasa yang mulai mengabur.
***
Aldric hanya diam sambil terus memperhatikan seorang gadis yang pada saat ini sedang bermeditasi di depan nya. Dia makin penasaran dengan klan Sigyn yang selama ini selalu saja di anggap rendah dan juga remeh oleh orang orang. Tidak ada satu pun orang yang menganggap Klan Sigyn. Tapi kekuatan yang pada saat ini di miliki oleh Arabella jelas tidak bisa di anggap sebelah mata.
Selama ini orang orang selalu menganggap klan Sigyn rendahan, bodoh dan patut untuk di tertawa kan. Namun apakah orang orang akan tetap beranggapan seperti itu. Jika melihat Arabella saat ini.
"Sebenarnya apa hubungan antara Klan Sigyn dan Klan raja? Mengapa dia seakan menutupi kekuatan yang selama ini dia miliki. Seakan akan dia tidak ingin orang orang tahu kalau dia punya mantra sihir yang begitu menakjubkan. Kenapa aku merasa dia menyembunyikan sesuatu? Sebenarnya siapa gadis ini?"
Klan Bath sangat suka dengan sejarah. Semua Klan nya akan sangat faham dengan kekuatan dari masing-masing Klan. Dan hal itu lah yang pada akhir nya membuat Klan Bath mampu mengembangkan sihir ilmu Hitam yang dia punya.
Tak elak dengan mudah Klan Bath dapat mempermainkan alam bawah sadar semua Klan yang ada di Kwanta. Termasuk juga Klan dari Freya. Namun ada satu hal yang tidak di ketahui oleh semua orang. Klan Barh tidak pernah bisa mempengaruhi alam bawah sadar Klan Raja.
Meski sudah berkali kali mempelajari namun tetap saja tidak pernah bisa. Dan sekarang, Arabella justru dapat menguasai segala sihir dengan mudah. Apakah itu tidak aneh?
"Fiuh... akhir nya Gotta dan juga Nona Sia bisa selamat. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau tadi kita sedetik saja telat untuk menolongnya."
Arabella dapat bernafas lega dan segera untuk membuka mata saat tetesan air hujan mulai mengenai tubuh nya.
Hujan sudah turun dengan sangat deras. Itu artinya Freya sudah berhasil untuk membuat hujan badai seperti yang di katakan oleh Aldrich.
"Kalau pun kita terlambat satu detik. Paling juga kita akan datang ke upacara pemakaman Freya. Tidak ada yang spesial!"
Aldrich merasa tidak perlu ada yang dia khawatir kan. Karena kematian Freya juga tidak akan banyak berpengaruh untuk hidup nya. Justru akan membuat dia mendapatkan banyak sekali keuntungan.
Seharusnya tidak perlu untuk Aldric ikut membantu Arabella tadi. Tapi dia hanya kasihan kepada Gotta yang tidak tahu apa apa akan ikut menjadi korban.
"Ck... kau masih saja bersikap acuh pada orang lain. Padahal itu semua terjadi karena kesalahan mu!"
Arabella menatap kesal kepada Aldric yang kini tengah mengambil sebuah daun dan menyihir nya menjadi payung yang begitu besar. Hingga bisa melindungi kedua nya dari hujan yang pada saat ini terus turun dengan sangat deras.
"Arabella... kita disini untuk melakukan kompetisi. Bukan untuk menjadi seorang pahlawan super. Jadi lupakan saja segala kebaikan hati yang kamu punya. Buang saja semua jauh jauh!"
Sudah di bilang. Aldric tidak pernah peduli pada Freya. Justru sebaliknya pada saat ini Aldric tertarik untuk tahu hal lain.
"Boleh aku bertanya?"
"Apa?"
"Dari mana kamu belajar Sihir yang barusan kamu lakukan? Klan mu tidak menguasai itu kan?"
Arabella termenung dengan apa yang di katakan oleh Aldric. Dia tidak mungkin bohong pada lekaki itu. Dapat dilihat kalau pria yang sedang bicara dengan dirinya adalah lelaki yang sangat cerdas.
Tentu saja Aldric tidak akan pernah percaya dengan kebohongan yang di katakan oleh nya.
"Emm... semua orang yang ada si Sigyn. Bisa melakukan hal itu. Iya benar. Semua orang yang ada di Klan ku bisa melakukan hal itu. Jadi itu bukan hal yang besar. Hahaha...," jawab Arabella dengan wajahnya yang panik. Meski pun begitu saat ini dia tengah gugup. Dan masih berusaha untuk tetap tenang.
Dia berharap kalau Aldric akan percaya.
***
"Apa? Jadi kamu gagal untuk menyelamatkan Tuan Putri? Nott, bagaimana mungkin kamu tidak bisa mengalahkan seorang anak ingusan seperti Aldric? Kau sedang bercanda?"
Nyonya Gerld sangat marah besar. Dia tidak bisa menerima semua kenyataan ini. Bagaimana bisa asisten yang paling dia andalkan. Kalang kabut hanya karena menghadapi oleh seorang anak belasan tahun.
Aldric memang dari keluarga Bath. Tapi kemampuan nya pasti tidak sehebat itu. Kalau Nott kalah dalam melawan Aldric maka itu sama saja dengan Nott melemparkan kotoran ke muka Gerld secara langsung.
Rasanya dia kesal dan ingin melemparkan Nott dari atas gedung saja. Hanya menyelesaikan masalah kecil saja tapi tidak becus. Entah apa yang di bisa oleh asisten nya itu.
"Ampun Nyonya... saya sudah berusaha melawan sihir itu, tapi saya rasa sihir itu terlalu kuat hingga saya tidak sanggup untuk melawan nya. Dan... saya yakin itu bukan hanya kekuatan yang berasal dari Tuan Aldric, ada seseorang yang membantu nya. Dan kekuatan itu sangat kuat dan gelap."
Nott masih ingat betul. Bagaimana aura negatif yang sangat kuat dan mencengkram yang langsung saja menghajar nya. Pada saat dia mencoba masuk ke dalam hutan terlarang.
Bahkan tubuh Nott langsung saja terlempar jauh dari tempat dia memulai sihir. Tidak bermaksud untuk meremehkan. Tapi kekuatan dari Aldric pasti tidak akan sekuat itu. Ada seseorang yang membantu nya.
"Kekuatan lain? Maksud kamu adalah gadis dari Sigyn itu? Tapi mana mungkin? Mereka itu tidak bisa berbuat apa apa. Maksudku... tidak. Kau benar Nott. Gadis itu pernah menyembuhkan luka mu hanya dengan satu mantra ajaibnya. Apa kita telah melewat kan satu hal?"
Nyonya Gerld tiba tiba berhenti. Dan tidak bisa melupakan saat pertama kali Arabella datang kemudian membawa gebrakan baru. Mereka tidak bisa melakukan apa apa saat Arabella terpaksa harus masuk ke Acavalati. Dan bukan tidak mungkin jika pada saat ini Arabella sedang kembali memamerkan kemampuan yang sedang dia miliki.
"Bisa jadi Nyonya. Tidak mungkin gadis itu punya kemampuan biasa biasa saja jika bisa bertahan selama ini di dalam hutan terlarang. Lalu apa yang kita lakukan Nyonya? Apakah kita akan diam saja atas apa yang di lakukan gadis dari Sigyn itu? Bagaimana juga dengan Tuan Putri? Keadaan mendesak, kita harus segera menolong nya!"
Nott tentu masih sangat ingat bagaimana dulu Arabella menyembuhkan luka petuah yang ada di perutnya hanya dengan satu hembusan nafas.
Sebenarnya tidak aneh juga jika Klan Sigyn mampu untuk melakukan itu semua. Yang jadi masalah adalah sihir itu hanya di miliki para ketua Klan yang terkuat. Sangat tidak mungkin jika Arabella dapat menguasai itu dalam usia nya yang terbilang sangat muda.
Nott rasa Arabella adalah anak yang istimewa.
Di tambah lagi pada saat ini Freya dalam keadaan yang mendesak. Jika tidak segera di selamat kan maka Putri dari Retori itu akan benar benar akan mati. Jika sudah begitu maka keadaan akan makin sulit.
Retori tidak akan pernah tinggal diam dan akan pernah membiarkan satu satu nya Putri yang dia punya akan terluka.
"Apa yang kau katakan benar Nott. Kita telah gagal untuk mengantisipasi gadis itu. Dan kita tidak punya cara lain. Selain membuat hutan itu netral."
***
Freya melihat ke arah Raksasa yang baru saja mati itu dan tidak seperti yang sudah sudah. Raksasa itu makin lama makin hilang dan tidak lagi terlihat. Hingga membuat Freya menjadi lega. Karena ternyata apa yang di katakan oleh burung emas itu sangat nyata. Raksasa itu tumbang dan tidak mampu untuk bangkit lagi setelah hujan dan badai di turunkan dengan sangat deras oleh Freya.
Seandainya saja Freya tahu sejak tadi. Maka seharusnya Freya tidak perlu kehabisan banyak kekuatan hanya karena makhluk jelek dan tidak punya perikemanusiaan itu.
Seiring dengan itu. Burung raksasa yang tadi membawa Freya. Pada saat ini terbang makin tinggi dan terus membawa Freya melewati setiap pohon pohon yang menjulang tinggi.
"Terimakasih burung emas. Kau sangat keren. Kalau tidak ada kamu. Entah apa yang akan terjadi pada ku dan juga anak manja ini. Sekali lagi aku sangat berterimakasih kepadamu. Ohh ya... tapi siapa yang mengirim mu kemari?"
Gotta turut menyindir Freya yang dia rasa tidak berguna. Sejak tadi gadis itu hanya bisa membuang buang semua tenaga nya. Dan hampir saja membuat Gotta pergi ke akhirat.
Andai saja Burung emas tidak datang tepat waktu tadi. Maka tidak dapat di bayangkan kengerian apa yang akan di terima oleh Gotta maupun Freya.
"Diamlah Gotta. Sejak tadi kamu selalu saja mengolok-olok ku. Apa kamu fikir kamu sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi nyawa kita tadi? Tidak. Kamu hanya terus saja cerewet mengomentari segala sesuatu. Lebih baik kamu tutup saja mulut tidak berguna mu itu."
Jelas saja kalau pada saat ini Freya sangat kesal dan juga marah atas apa yang di ucapkan oleh Gotta. Bukan mencari solusi sejak tadi Gotta hanya terus saja bicara hal-hal yang sangat tidak perlu.
Lagi pula. Freya sangat benci saat di sebut sebagai anak yang manja. Karena sedari tadi, dia sudah mati matian dalam melawan Raksasa itu. Dan Gotta masih saja selalu menyebut dirinya sebagai anak yang manja.
Apa Gotta fikir kalau Freya bisa masuk ke dalam Acavalati adalah karena suatu keberuntungan? Tidak. Dia masuk karena kemampuan yang dia miliki.
Jadi Arabella sangat tidak suka jika ada yang mengolok olok kalau dirinya tidak punya kemampuan apa apa dan hanya mengandalkan ayah nya yang merupakan seorang Raja.
Muka Freya akan masam jika ada yang menjuluki dirinya anak manja. Itu sangat melukai harga diri seorang Freya.
"Jadi kalian ingin aku antarkan sampai mana? Dan tolong hentikan keributan yang kalian lakukan karena itu sangat menyakiti telinga ku. Apa kalian mengerti?"
Sang burung emas merasa sangat kesal karena Freya dan Gotta justru terus ribut.
"Tunggu dulu. Kamu belum menjawab pertanyaan dari ku. Siapa orang yang telah memerintah kan kamu. Aku sangat berhak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi!"
Jujur saja Freya sangat penasaran pada orang yang telah menolong nya selama ini. Kejadian ini bukan hal yang pertama terjadi. Kemarin, saat Freya hampir saja mati di tengah lautan yang ganas. Dimana itu lagi lagi di karenakan oleh Aldric.
Dan sekarang hal itu kembali terjadi, dimana Freya dalam bahaya dan ada yang kembali menyelamatkan dirinya lagi.
Freya penasaran, apakah orang yang selalu saja menolong nyawa nya adalah Sang ayah?
Burung emas yang mendengar pertanyaan dari Freya atau pun juga Gotta justru memilih terbang makin tinggi. Hingga mau tidak mau. Freya menghentikan pertanyaan dan sibuk berpegangan pada burung emas yang pada saat ini semakin membelah langit.
"Bisakah kau agak turun? Aku takut jatuh jika kita terlalu terbang tinggi!" teriak Freya dengan sangat keras. Tidak berbeda dengan Gotta yang pada saat ini makin panik dengan burung emas yang membawa mereka terbang tinggi hingga ke langit.
"Maaf Nona Nona. Saya hanya bisa terbang tinggi tanpa pernah tahu bagaimana caranya untuk turun. Jadi nikmati saja!" ucap Burung emas dengan semakin mempercepat gerakan nya.