"Ketua... aku memcium aroma kebencian yang sangat kuat...." ucap Mahluk mengerikan yang kesehariannya terus menggali tanah yang pada saat ini sedang mengurungnya.
Seperti mendapatkan suntikan kesegaran. Para makhluk itu menghentikan pekerjaan dan menghirup dalam dalam aroma itu.
Benar. Itu adalah aroma pekat yang memabukkan. Kebencian itu bukan hanya tertanam dalam hati. Tapi berhasil keluar dan berwujud. Bahkan di dalamnya terdapat rasa iri dan juga kejahatan yang besar.
Senyum sumringah langsung terbit dibibir para makhluk dengan wajah tidak berbentuk itu. Masing masing melemparkan senjata yang dibawa, untuk berebut meminum air yang merembas ke tanah dengan aroma yang sangat busuk.
Debit air mungkin saja tidak akan pernah cukup untuk semua makluk itu. Tapi setiap dari mereka menc