Angin bertiup dengan begitu kencangnya, menyebabkan daun daunnan jatuh berguguran. Sayang, bukan hawa sejuk yang datang, melainkan hawa panas yang membakar.
Gabriella duduk termenung disinggah sananya, memperhatikan laut yang tengah bergejolak dari kejauhan. Ia tahu pertanda apa ini. Sesuatu yang bersemayam di bawah perut bumi tengah berusaha membebaskan diri.
"Gabriella... apakah ini saatnya?" tanya panglima perang Gabriella dengan serius. Dia siap turun berperang sekarang ini juga jika memamg dibutuhkan
Entah kalah atau hidup. Mereka akan berjuang lebih dulu. Demi tegaknya kebenaran.
Dengan atau tanpa perintah Arabella. Pasukan pepohonan akan datang dan menghancurkan siapa saja yang berusaha membuat Kwanta hancur.
"Tidak, sekalipun makhluk itu datang dan tepat berada di depan