Yebin terbangun dengan denyutan yang menyiksa di kepalanya. Dan juga ... Perasaan aneh karena ia terbangun di tempat asing dengan keadaan terikat begini. Tunggu! Terikat? Yebin menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mirip senam irama. Mengapa kamar ini terasa asing? Ini bukan kamarnya di apartemen Woojin, kan? Jangan-jangan ia diculik saat mabuk kemarin?
Yebin berusaha menggeliat-geliat melepaskan diri. Tapi percuma, ia malah makin mirip ulat bulu sekarang.
Ceklek ...
Pintu terbuka menampilkan Jaehoon yang masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi sup mabuk, obat dan air minum.
"Kau sudah bangun?" Jaehoon meletakkan nampan di bawanya ke atas meja.
"Menurutmu?" jawab Yebin ketus, "Ini dimana?"
"Rumahku. Aku masih sayang nyawa. Woojin dan Yeonsoo akan memutilasiku kalau aku