“Tahu nggak?” Ayana bertanya. Matanya menyipit sembari menyeruput bubble teanya. “Kalau jodoh itu sudah di tulis.”
Pertanyaan macam itu di ajukan untuk Pulung Rinjani. Yang si empunya sedang asik menyuap salad buah ke dalam mulutnya. Saat ini, baik Pulung mau pun Ayana bahkan ada Dante juga tengah berkumpul di rumah Ayana dan Rambe.
“Tahu,” sahut Dante yang tidak di ajak berbincang.
“Diam betina!” Sentak Ayana kesal. Mendengus dan tersenyum sekali lagi ke arah Pulung. “Di ambil orang, ketahuan selingkuh—”
“Nyindir banget sih lo!” Adalah Maha yang datang-datang langsung mode sangar. “Di bilang gue enggak selingkuh ya enggak!”
“Siapa peduli anjir.” Rambe mengimbuhi.
“Maling ngaku, penjara penuh.” Ardika tak mau kalah eksistensinya.
“b*****t kalian semua!”
Suasana memanas (hanya bag