Maha menatap Pulung santai. Tapi istrinya itu berapi-api. Tidakkah sadar bahwa perutnya sudah sangat besar dan … Maha tidak bisa membayangkan bila itu meletus dadakan. Tapi serius, itu nakutin. Kaki dan tangan Maha gatal bila sudah melihat istrinya yang banyak gerak.
“Ketika perempuan ngambek …” Di sindir lagi. Embusan napas Maha terhela sangat berat.
Topik yang beberapa malam lalu di bahas dengan Naomi. Kini Pulung kembali angkat ke permukaan.
“Dengerin, pa!” Perintahnya tanpa mau di bantah. Maha manut. “Kehidupan papa itu di kelilingi para betina. Papa pikir nikah sama siapa kalau bukan perempuan? Anak papa perempuan. Mamanya papa juga perempuan.”
Arraseo, arraseo.
Wajib banget gitu di labeli dengan nama betina?
Astagfirullah istrinya sesuatu sekali.
Menjelang persalinan, Pulung b