Pulung melihatnya. Dan walau berpura-pura kesal, tetap saja tak ada pandangan yang lebih indah dari di hadapannya kini.
Betapa nyamannya Naomi dalam pelukan Maha.
Betapa nyamannya Naomi mendengarkan nasihat-nasihat Maha.
Betapa bahagia Naomi menseriusi setiap penjelasan yang Maha sampaikan.
Dan betapa bahagianya Naomi berada di sisi Maha.
Semuanya terlihat jelas dan nyata sekarang. Bahwa kehidupan yang telah Pulung lewati, pada dasarnya memang sudah di tentukan oleh Tuhan. Dan apa pun pilihan yang Tuhan berikan—terlepas dari rencana-rencana yang pernah Pulung susun. Tuhan tidak pernah ingkar dalam memberikan jawaban.
“Sekarang bobok.” Naomi manut. Berdiri dan mencium pipi Maha—lagi—untuk lekas hengkang dari ruang belajarnya.
“Besok bareng papa?”
“Oke.”
“Mau makan chicken wings.”