Tidak ada yang lebih baik dari melepas masa lalu. Pun sama dengan trauma yang membelenggu. Jika tidak perlahan di lepaskan untuk kemudian melepaskan. Manusia takkan bisa lepas dari tali kekangnya jika bukan atas kemauannya sendiri.
Begini artinya:
‘Beberapa orang ada yang hidup dengan hatinya yang mati dan tersakiti menjadi makanan sehari-harinya. Setiap saat, setiap waktu kecemasan datang menghampiri. Kembali dengan orang yang sama atau menerima orang yang lain. Tentu rasanya jauh berbeda. Bahkan mungkin harapan sudah tak ada lagi.’
Tegasnya:
‘Kamu boleh patah hati tapi jangan sampai terlukai kembali terlebih mentraumai sebuah tragedi.’
Berbicara memang terlalu mudah. Teori dengan praktik tak selalu sejalan. Tidak heran banyak yang memilih teori. Tanpa mau menerapkan dalam keseharian