"Papi.” Samudera pulang di penghujung hari. “Sibuk?”
Terkadang Bahtiar Gema ingin mengumpati perilaku putra sulungnya. Bisa-bisanya sesantai dan sesimpel itu terhadap orangtuanya. Berbicara seperlunya dan pulang sekenanya. Tapi … tidak bisa bila harus marah. Gema memilih diam dan mengangguk.
“Ada yang mau abang bilang ke papi.” To the point sekali. “Setelah ini, abang mau sekolah di luar negeri atau paling enggak luar kota.”
“Kenapa?” Gema keheranan. “Bukan apa-apa. Abang serius? Sudah nentuin yang mau abang ambil? Papi nggak bisa narik lagi begitu menyetujui.”
Samudera mengangguk. Mantap dengan pilihannya. Bahwa tidak bisa di nanti-nanti. Sebentar lagi akan memasuki masa akhir sekolahnya. Ujian praktik hingga tingkat Nasional akan segera diadakan. Jika bukan mempersiapkan dari sekaran