Makin hari, kehidupan yang Pulung jalani makin beragam saja rasanya.
Mulai dari hal terkecil soal menghargai diri sendiri hingga hal terbesar sekali pun, yakni mencintai apa yang ada di hadapannya saat ini.
Tidak banyak yang berubah jika itu yang di tanyakan.
Pulung hanya mencoba menjalani hari-hari di kehidupannya untuk mencapai batas terbaik yang sudah Tuhan siapkan. Barangkali dengan begitu, akan hadir pula banyaknya berkah di kehidupan rumah tangga dan keluarganya.
Begitu juga dengan kelahiran Angkasa.
Sudah satu bulan ini, bayi mungil itu terus merebut posisi di hati Pulung. Tidak tahu mengapa Pulung suka sekali dengan bayinya. Namanya juga anak sendiri. Pulung terkekeh.
“Mas jadi gerah kalau di kantor lama-lama.” Cerita Maha di pagi hari.
Pulung hanya tersenyum. Menyimpulkan