Jadi Axel bertekad untuk ngomong ke orangtuanya. Tidak ada pikiran buruk yang melintas karena sudah dirinya persiapkan kalau-kalau memang di tolak. Meski Axel yakin itu akan terjadi dengan kemungkinan kecil—sekitar 2% mungkin. Axel sangat mengenal papanya. Yang walaupun keras, akan dengan terbuka menerima semua pilihan Axel.
Namun entah dengan mamanya. Axel tidak banyak mengenal mamanya secara menyeluruh karena toh pertemuan keduanya di katakan masih baru.
“Kok tumben?”
Setelah sarapan dengan Nanda, Axel mampir ke rumah orangtuanya. Tidak langsung bergegas ke kantor. Beruntung, baik mama maupun papanya belum hengkang dari rumahnya.
“Mama sudah sarapan?” tanyanya tanpa membalas pertanyaan mamanya.
“Di tanya kok balik nanya.” Omelan mamanya menjadi favorit Axel setelah bertemu. “Kamu ka