Pagi harinya, saat Nanda keluar dari kamarnya, tubuhnya mendadak kaku di tempat. Sembari mengucek-ucek matanya, Nanda merasa kalau ini mimpi.
“Sudah bangun lo?”
Sayangnya, pertanyaan itu memang terasa nyata dan Nanda sadar kesakitan saat pipinya di cubit oleh dirinya sendiri.
“Jangan jadi sapi ompong, deh! Masih pagi juga.”
Omelan itu benar-benar nyata dan Nanda sering kali Nanda mendapatkannya.
“Ibu hamil nggak boleh berdiri di depan pintu. Sok, sini keluar. Aku sudah bikinin s**u hangat.”
Di tariknya tangan Nanda secara halus untuk duduk di kursi makan. Mata Nanda berkedip-kedip. Mencoba menyadarkan dirinya sendiri dan tangannya tergerak menerima gelas berisikan s**u hamilnya—seperti yang biasanya Nanda minum.
Meski begitu, yang membuat Nanda harus bingung adalah: kenapa ada bany