Meninggalkan kerumitan otak milik Axel dan Nanda, Pulung kembali ke rumah. Melihat Naomi yang duduk anteng dengan setoples camilan gurih buatannya dan secangkir cokelat dingin.
Fokus Naomi sepenuhnya ada di layar tablet di tangannya. Tidak terganggu sama sekali dan tidak menyadari kehadiran Pulung yang menyender di pintu masuk balkon.
Kadang Pulung kasihan dengan Naomi yang terlalu keras terhadap dirinya sendiri. Nggak salah, sih belajar untuk masa depan. b******a dengan buku-buku demi menambah ilmu dan wawasan. Membaca banyak referensi karena tahu ke mana tujuan Naomi mengarah. Tapi sebagai ibu, Pulung juga ingin sebentar saja melihat anaknya rileks. Walau sekejap saja. Pulung rasa itu sudah lebih dari cukup.
"Serius banget, Kak."
Naomi langsung menoleh dengan wajah yang syok karena