"Papa, jangan kencang-kencang … Teddy takut!" Teddy berteriak saat Victor melajukan mobilnya dengan amat kencang.
Victor melirik ke samping, melihat sang putra yang memasang wajah ketakutan. Lantas ia mulai memelankan laju mobilnya.
"Baik, Nak. Papa minta maaf, tapi kalau kita tidak segera cepat, maka kita tidak bisa menyelamatkan Dave dan Devina."
"Tapi Teddy takut." Anak kecil itu tetap merengek.
"Iya, papa akan sebisa mungkin untuk tidak membuatmu takut. Sebaiknya kamu tutup mata saja, ya—"
"—Pa, awas!" Belum juga Victor menuntaskan ucapannya, putranya itu sudah menjerit ketakutan seperti melihat hantu saja.
Victor yang mulanya fokus memandang Teddy di sampingnya, kini mulai meluruskan pandangan. Ia melihat sebuah gedung pencakar langit yang mulai runtuh satu persatu. Semua i