"Kita ada di mana ini?" Devina tampak bertanya-tanya setelah tubuhnya terbentur sebuah permukaan lantai yang terbuat dari marmer cahaya.
Begitupun dengan yang lainnya yang juga penasaran dengan tempat yang kini mereka kunjungi. Mereka semua memandangi sekitar dengan perasaan penasaran yang menggeliat di benak jiwa. Mencoba menganalisa tempat tersebut.
"Tenang saja, kalian aman di sini," kata Rafaela.
"Bagaimana bisa kau menjamin hal itu? Tadi aja kau bilang seperti itu tapi tiba-tiba monster yang ganas tiba-tiba muncul dan menyerang kita," ucap Dave.
"Kalian sekarang berada di markas kami. Tidak ada yang bisa masuk ke sini tanpa seizin kami," ucap Rafaela.
"Tapi ngomong-ngomong kita ini di mana? Kenapa tempatnya aneh begini?" Victor melihat sekelilingnya memantulkan cahaya seakan