Saat semua yang kita rasa adalah sebuah perjuangan tanpa kenal lelah dan selalu berdoa untuk keindahan setelahnya.
Melihat kedekatan Agal dan Dinda membuat Nana tersenyum miris, katanya yang lucu bakal kalah sama yang cantik. Ini kenapa udah Nana cantik dan lucu tapi masih Dinda yang selalu Gagal prioritaskan.
Belum lagi permasalahan di kantor yang membuat kepala Nana seperti berputar-putar, seandainya saja orang-orang paham apa yang Nana rasakan. Harus terlihat baik-baik saja dan menebarkan tawa sementara pikiran serta hati sedang tidak sinkron.
"Jadi sebenarnya kamu udah suka sama Nana?" tanya Dinda yang sedang memegang minuman bersoda.
Nana mempertajam pendengarannya menjadi 100 kali lipat lebih waspada dari biasanya karena ini menyangkut kisah cintanya dan suaminya.
"Enggak tahu."