"Karena manusia itu gudangnya salah, tempatnya sirna dan teka-teki waktu yang lambat laun terjawab ketika sudah masanya."
-Agal-
***
Sering bermain dengan kata sampai kadang kala kata memakan setiap kalimat, dia pelit dalam rangkaian sehingga tidak menjadi padu, mungkin jika menjadi majas adalah gaya bahasa tetapi diksi saja enggak berbelok untuk membaik. Banyak yang datang dalam ribuan kalimat indah tetapi ternyata pada akhirnya hanya Allah yang tahu langkah kaki mana yang akan dibawa.
Rumah yang menyimpan banyak sekali cerita, masih dengan suasana yang sama dan cerita dari perabotan rumah tersusun rapi belum lagi di pinggiran rumah banyak sekali bunga hias serta peralatan yang indah.
Banyak hal yang harus dinikmati tentang hidup ini karena kita tidak pernah tahu kapan waktunya habis