"Saat dunia berjalan menembus titik jenuh, dia memakan banyak senyawa menyapa di kala larik senja, meminta pada semesta agar berjalan dalam temu namun akhirnya dia memilih melahap tanpa kata yang jelas dan berakhir dengan tawa yang sesak."
-Nana-
***
Rara sudah ikut bersama untuk turun ke jalan membagikan 1000 makanan kepada anak-anak jalanan dan orang-orang yang bekerja memeras keringat tanpa kenal lelah, memang pejuang keluarga tidak perlu diragukan.
Nana melihat seorang laki-laki remaja menjual makaroni di pinggi jalan, ada yang menarik dalam dirinya. Dia istimewa dengan salah satu kakinya yang tidak berfungsi sempurna sehingga dia berjualan sambil kakinya seperti patah, tetapi dia tidak pernah menampakkan lelah yang sangat terasa, dia tersenyum dengan sangat bangga sambil tawanya b