Dua tahun sudah berlalu ,semenjak
kejadian na as sore hari itu, di saat kece-
lakaan maut yang di alaminya, Dania
gadis cantik yang harus kehilangan
ayah tercintanya, dan bukan hanya itu,
gadis belia ,anak tunggal dari bapak
Hendra Gunawan dan Ibu Erna Gunawan,
dia harus menelan pil pahit dalam
hidupnya,dia harus kehilangan satu
kakinya, kini dia harus menerima kenya-
taan dan berdiri di atas kaki palsu,
Dania gadis belia dan pekerja keras,
usianya kini 24 tahun, dan masa
depanya masih panjang, dia harus
bangkit,meski ia merasa dunia seolah
tak berpihak padanya, ibarat sudah
jatuh,tertimpa tangga pula, di saat dia
terpuruk karena musibah yang di alami,
Dava tunanganya pun juga menghilang
entah ke mana. Hanya ibunya
satu-satunya orang yang ia punya ,dan
yang selama ini selalu setia merawat-
nya. Usaha resto milik papanya juga
bangkrut bahkan mobil serta rumahnya
juga sudah terjual untuk biaya perawa-
tannya, kini ia dan mamanya harus
tinggal di rumah kontrakan yang seder-
hana. Dania terus berpikir apa yang
harus ia lakukan sekarang, perusahaan
mana yang akan menerimanya bekerja
seperti dulu, rasa-rasanya sulit, kini
ia sudah tidak seperti Dania yang dulu
lagi, Dania yang cantik dan cerdas,yang
bekerja sebagai sekertaris di satu peru-
sahaan ternama, Dania menarik nafas
panjang sambil mengusap wajahnya.
Kini Dania yang masih terus belajar
berjalan dengan menggunakan kaki
palsunya, dia berjalan menghampiri
cermin besar di kamarnya, dia perhatikan
bagaimana dirinya kini berjalan,yang
sudah tak sesempurna dulu. Lalu dia
kembali duduk di tepi ranjang sambil
mengusap kaki palsunya,meski kecewa
tapi dia masih bersyukur,karena masih
bisa berjalan dan tidak harus dengan
kursi roda,yang selama dua tahun ter-
akhir ini selalu menemaninya.
"Dania sayang..." suara mama Erna
terdengar di balik pintu kamarnya,
setelah mengetuk pintu, mama masuk
dengan membawakan aku segelas jus
alpukat, " ini minum dulu sayang, dan
istirahat,jangan di paksakan untuk
berjalan terus, nanti kamu capek nak"
" Iya ma...ini Nia juga cuma sebentar-
sebentar latihan jalanya ma, mama
jangan khawatir, Nia baik- baik saja,
Nia minta maaf ya ma,karena selama ini
sudah ngrepotin mama"
Sambil ku peluk dan ku cium kedua
pipi mama,dan kami saling berpelukan.
" Kamu tidak bersalah Nia, dan tidak ada
yang perlu di maafkan, mama yang
minta maaf,karena tidak bisa membaha-
giakan kamu sayang.."
" Ma...Nia harus cari kerja ma,kalau Nia
sudah dapat kerjaan, mama istirahat
karena mama sudah terlalu capek
ngurus Nia, Nia janji akan membaha-
giakan mama, bantu Nia dengan do'a "
" Do'a mama untuk Nia ,di setiap hembu-
san nafas mama nak"
" Makasih ma...kalau bukan karena
mama, Nia tidak akan mungkin mampu
bertahan sampai saat ini ma"
Sambil kembali ku peluk erat mama.
" Mama masih bisa kerja Nia, hasil pen-
jualan kue-kue buatan mama, masih
bisa cukup untuk makan kita nak, dan
mama juga masih ada sedikit tabungan
dari hasil penjualan rumah"
" Ma...bagaiman kalau uangnya kita buat
bikin toko kue,jadi kue-kue yang mama
buat kita jual sendiri,dan mama tidak
perlu menitipkan ke warung- warung,
dan pastinya kita akan mendapatkan
keuntungan yang lebih besar ma"
" Ide yang bagus sayang...terus di mana
kita buat tokonya?"
" Kita buat di teras rumah saja ma, dan
nanti Nia yang jaga tokonya,sementara
mama yang bikin kuenya , dan Nia juga
akan menjajakan kuenya lewat penjual-
an online ma"
" Ok. mama sangat setuju sayang"
~~~
DANIA BACKERY
Nama toko kue yang lagi hangat-hangat
nya jadi bahan pembicaraa , karena kue
nya yang enak serta keramahan pemilik
tokonya, toko kuenya yang kini selalu
rame pembeli, sehingga mama Erna
harus mempekerjakan dua orang untuk
membantunya. Sore itu saat Dania
sedang sibuk melayani pembeli,dia
di kagetkan dengan kedatangan kedua
sahabatnya Lara dan Sinta,mereka
adalah teman semasa Nia masih
bekerja sebagai sekertaris di satu peru-
sahaan yang sama dengan mereka,
dan memang hanya tinggal Lara dan
Sinta yang masih sering mengunjungi-
nya, sedangkan sahabat mereka yang
bernama Rani sudah pindah ke Bali,
tidak lama setelah Dania kecelakaan,
dan yang membuat tanda tanya, Dava
tunangan Dania juga menghilang tak
lama setelah Rani pindah. Dan mereka
kini sama sekali tak ada kabar beritanya
lagi." Lara..Sinta..ayo silahkan duduk,
kalian baru pulang kerja kan? pasti lapar
ayo silahkan pilih mau makan kue yang
mana"
" Selamat Nia, toko kuenya rame sekali,
sampai- sampai penualnya kewalahan,
apa perlu bantuan, kalau perlu bantuan
biar aku pindah kerja di sini saja"
Ucap Lara sambil melihat-lihat kue
yang hanya tinggal sedikit,karena sudah
laris terjual.
" Boleh Ra...asalkan gak minta bayaran"
Kami pun tertawa bersama,sedangkan
Sinta mulai menyantap kue yang sudah
saya hidangkan di meja depan mereka,
serta dua gelas orange jus.
Mereka bertiga asik bercanda bersama
sambil menikmati kue, dan sesekali ter-
dengar tawa ketiga gadis itu. Terlihat
keceriaan di wajah Dania dengan keda-
tangan kedua sahabatnya.
" Kalian apa ada kabar dengan Rani?"
" Sejak kepindahanya, komikasi kami
terputus sama sekali, medsosnya juga
semua sudah tidak aktif" Jawab Sinta.
" Kamu sendiri apa ada kabar dari Dava?"
" Heeemmmm...aku sudah melupakanya
karena aku sadar, dia menghilang karena
aku sudah tidak pantas untuknya, aku
hanya gadis cacat, sedangkan dia pria
sempurna yang tampan, ribuan gadis
di luar sana yang menginginkanya"
" Kamu jangan berkata begitu Nia, kamu
tetap gadis cantik dan pintar yang aku
kenal, kamu gadis kuat dan ceria, aku
yakin Tuhan punya rencana terindah
buat kamu Nia"
" Mudah2an...tapi aku sudah tidak
seperti dulu lagi dan aku ikhlas dengan
semua ini"
" Jam berapa kamu tutup toko kuenya?"
Tanya Lara" tergantung..kalau sudah
sepi atau kuenya sudah habis baru akan
tutup."
" Ini juga tinggal sedikit lagi, kalau sudah
habis,gimana kalau kita jalan- jalan buat
ngilangin jenuh , besok kan kita libur,
kita nonton yuk" ajak Sinta
" Tapi...apa kalian siap, alias tidak malu
jalan bareng aku?"
" Kamu apa- apa an Nia, kamu tidak
anggap kami sahabat kamu lagi?
Dan kenapa kami musti malu jalan
sama kamu, kamu sama seperti kami,
bahkan dengan celana panjang seperti
ini,kamu terlihat sempurna Nia"
" Sudah sana kamu siap- siap,biar kami
yang jagain tokonya " Imbuh Sinta.
Bersambung ~~