"Larasati kamu sering ketempat Ibu Ariana...?? Ucap Bery
" Iya pa kalau aku ada kerjaan di jakarta aku selalu mampir dulu ketemu ibu. Jawab Larasati
" Kenapa gak mampir ketempat papa nak kan dekat kalau kamu mau kerumah, mama ada di rumah nak. Ucap Bery kepada Larasati
" Iya pa Laras cuma sebentar, sebentar lagi aku mau ketemu Client pa ini cuma mmapir sebentar cuma mau numpang makan bekalnya ibu kan lumayan pa bisa menghemat uang jajan pa, jawab Larasati
" Kalau gitu yuk kita semua kerumah pasti mama sudah siap dengan hidangan makan siang, Bary mengajak putrinya dan juga adiknya
Larasati melirik Ariana mencari jawaban dan di angguki Ariana, " Tapi pa Laras gak punya banyak waktu pa gak enak kalau berkunjung ke rumah papa kalau cuma sebentar besok-besok aja ya pa..!!, jawab Larasati dia merasa gak nyaman kerumah orang tuanya
" Gak apa-apa nak cuma sebentar kita makan siang bersama kamu juga udah lama lo nak gak berkunjung ke rumah papa nak yuk berangkat keburu habis waktu kamu nanti, Bery memegang tangan Larasati mengajak Larasati berangkat ke kediamannya
Larasati mengikuti kemauan papanya dan di susul denagan Ariana di belakang Ariana meneteskan air matanya melihat Bery memberi perhatian kepada Larasati dia tau sejak kecil Larasati kurang kasih sayang kedua orang tuanya dan dia orang tuanya yang mengantikan peran kakaknya menjadi orang tua Larasati
kakaknya memang mencukupi kebutuhan Larasati tidak kurang apapun baju makan pendidikan tapi yang minus dari Bery adalah kurang memberi perhatian kepada Larasati kurang mendekap anak pertamanya
" Naik mobil papa aja nak, ucap Bery kepada Larasati yang mau memanggil mobil online
Bery membuka pintu dan menyuruh Larasati masuk dan Larasati masuk ke dalam mobil dia gak enak dengan sopir kalau menolak kemauan papanya dan di susul masuk sama Bery sedangkan Ariana udah masuk dulu ke dalam mobil dia duduk di depan sama sopir Bery
" Larasati tanggal dua puluh lima kamu ada acara gak..?? Ucap Bery
" Gak ada pa emang ada apa pa..?? Jawab Larasati
" Yaudah nanti ikut papa liburan ke Amerika sambil bertemu dengan adik kamu, ucap Bery mengajak Larasati liburan ke luar negeri
" Tapi pa aku tanggal dua tujuh ada acara menghadiri pernikahan client yang memesan baju pernikahan dari aku pa gak enak kalau gak aku sendiri yang memakekkan baju pa karna client itu udah lama langanan di butik aku pa lain kali aja ya pa, jawab Larasati
" Lain waktu kamu sempetin waktu buat papa dan mama ya nak kita jalan-jalan bersama ya nak papa kangen ingin liburan sama kamu nak, ucap Bery meminta waktu Larasati untuk jalan-jalan bersama
" Iya ya pa kita udah lima belas tahun gak liburan ya pa, maaf ya pa aku gak ada waktu buat papa, jawab Larasati membuat Bery terdiam seribu bahasa mendengar ucapan Larasati
Mobil berhenti di depan teras rumah yang menjulang tinggi dari luar terlihat megah dan kokoh halaman rumah juga luas kalau jalan kaki pasti capek mereka keluar dari dalam mobil dan mereka berjalan menuju pintu rumah mereka membunyikan bel agar di bukakan pintu gak menunggu lama pintu terbuka di ruang keluarga udah ada Leysandria bersama teman-temanya di situ ada beberapa client nya juga dan client yang mau ketemu nanti malam jam tujuh juga ada di sana
" Mbak Larasati, ucap salah satu clientnya yang bernama Nadi
"Iya mbak Larasati ada kerjaan disini mau ketemu siapa mbak...??, Lay kamu suka ya pakek jasa mbak Larasati aku juga suka lo pakek jasa mbak Larasati disennya cocok sesuai kemauan aku dan bisa pas di tubuhku, ucap Mia salah satu temen Laysandria, di sini Laysandria hanya diam di tanya temenya gak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya
" Mbak Larasati soal gaun pengntin ku apa kita omongin di sini saja ya mbak, kan enak mbak gak usah jauh-jauh ke tempat pertemuan yang kita atur, ucap client yang mau ketemu tadi yang namanya Aurel
" Gak bisa mbak kita ketempat yang udah kita tentukan aja mbak gak enak di sini gak enak sama tuan Bary dan Nona Laysandria, saya disini cuma di undang untuk makan siang sama tuan Bery dan setelah ini kan mau ketemu sama mbak di tempat yang udah kita tentukan, Jawab Larasati yang tersenyum ramah memandang clientnya
" Oke kalau gitu mbak aku telpon calon suamiku ya mbak biar ketempat yang kita rencanakan ucap Aurel
Bery dan Sinta terkejut mendengar apa yang di ucapkan Larasati Bery mau membantah omongan Larasati dan dia mau mengucapkan yang sebenarnya kalau Larasati adalah putrinya tapi mata Larasati memohon jangan bilang kalau dia putrinya Bery cuma diam dan membuang muka setelah di tatap oleh Larasati
" Yuk kita makan siang aku udah lapar, Ucap Arini untuk memecah suasana yang lagi genting
" Ayuk kita menuju ruang makan, jawab sinta kepada adik iparnya
" Larasati ayuk kita ke ruang makan pumpung kita di kasih makan gratis kita coba masakan Ibu Sinta apa selezat yang di critakan mas ku yang tersayang, Arinana memegang tangan Larasati untuk mengajak keponakan nya ke meja makan
" Maaf mbak Aurel saya ikut Dr. Ariana dulu ya ucap Larasati kepada Aurel client nya dan di angguki sama Aurel tanda setuju
Mereka menuju meja makan Bary diam seribu bahasa Larasati duduk di dekat Ariana Sinta tersenyum dia mengambilkan makan buat Bery dan mempersilahkan Larasati makan
" Gak usah banyak-banyak udah segitu aja, ucap Bery kepada istrinya dan di angguki oleh Sinta tanda setuju
" Tumben mas makannya kok cuma dikit biasanya lebih dari itu mas diet...??, ingat mas udah tua gak usah diet segala tapi tu di kuranggi minum kopi dan makanan yang manis, ucap Ariana Bery melirik Larasati dia cuma diam tanpa menyaut omongan Ariana
" Susah banget Ariana mas mu ini kalai di kasih tau untuk tidak meminum kopi terlalu sering, Sinta mengeluh kesal kepada suaminya
" Laras kok kamu juga makannya sedikit apa kamu gak suka masakan mama kamu nak??, ucap Bery
" Iya nak mama ambilkan lagi ya nasinya..??, di pakek ini ayamnya nak sama ini udang asam manisnya juga di pakek ini buatan Laysandria kamu icipin masakan adik mu dia tu jago lo masak tapi sayang terlalu sibuk dia gak pernah masak, Ucap Sinta
" Gak ma ini aja cukup terimakasih, jawab Larasati sambil senyum
" Larasati nanti setelah makan kamu ikut papa ke ruang kerja papa ada yang mau papa bicarakan sama kamu, ucap Bery
" Iya pa, Larasati sambil senyum menjawab pertanyaan Bery
Mereka makan tanpa bersuara dan setelah makan mereka pergi ke ruang kerja Bery, Larasati memegang tangan Ariana supaya ikut pergi bersama ke ruang kerja Bery, Mereka duduk di sofa yang ada di ruang kerja Bery
" Kenapa nak kamu kok bilang gitu kepada temen Laysandria papa sakit nak kamu ngomong gitu kamu dan Lay itu sama nak gak ada yang papa bedakan mau kayak apa kamu tetap putri ku nak kenapa kamu gak bilang kalau kamu putri ku, ucap Bery sambil memegang tangan Larasati dia harus sabar ngomong sama Larasati
" Apa kamu malu mengakui kita sebagai orang tau kamu Larasati kenapa kamu bilang kayak gitu apa kamu ingin ngomong ke para temenya Lay kalau kamu anak yang di titipkan di surabaya apa kamu gak tau betapa papa mu mengatur waktu supaya bisa izin lama untuk bertemu sama kamu dan ada buat kamu dua minggu setiap tiga bulan sekali itu waktu liburan papa kamu hanya buat kamu mama menyayangi kamu sama kayak adik-adik kamu kalian gak ada yang kita bedakan tapi kamu tega gak mengakui kami sebagai orang tua kamu, ucap Sinta kepada Larasati
Larasati hanya diam mendengarkan omongan Sinta dia bingung mau jawab apa kalau dia bilang sejujurnya pasti dia akan melukai kedua orang tuanya
" Apa aku di sini boleh ngomong, bukanya aku akan membela Larasati tapi apa mas dan mbak sadar apa yang mbak dan mas lakukan kepada Larasati kenapa mbak dan mas menyalahkan Larasati seolah-olah dia yang nyakiti kalian, kamu mas sebagai seorang ayah apa pernah mas mendekap putrimu sewaktu tidur seingatku mas setelah nitipin Larasati ke ibu dan ayah di surabaya mas seakan lupa dengan putri mas yang ada di surabaya mas terlalu sibuk dengan pekerjaan mas mas memang memenuhi kebutuhan Laras sejara komensial apa mas memenuhi batin Laras apa mas menanyakan gimana kabar Laras sewaktu di surabaya apa mas tiap minggu datang menemui Larasati mas membuang waktu mas setial libur perminggu mas sama putri-putri mas yang ada di jakarta apa mas gak malu mempeetanyakan itu kepada Laras mas tanya dulu kepada diri mas apa kah mas sudah bisa di bilang ayah yang baik bagi putri-putri mas ucap ariana yang melihat raut muka Larasati yang ber espresi sendu mendengar apa yang di ucapkan kedua orang tuanya