"Hey bryy apakah kau mendengarkan ku? hey cepat istrimu sekarat" ucap orang tersebut.
"hey man! apa urusan nya dengan ku? dia bukan urusan ku" ucap Bryan acuh.
"lalu bagaimana kalau Abang izan mu lah yang memaksaku untuk menjemputmu dan menemui istrimu?" ucap pria tersebut sambil menarik turun kan alis nya.
" BI, jangan bercanda! bang izan sedang di Tokyo" ucap Bryan yang tengah dia ambang sadar nya itu.
Abi hanya menghela nafas melihat sahabat bodoh nya ini, lihatlah ia bahkan diam saat miliknya di sentuh Mira.
Abi menjauhkan tangan Mira.
terlintas di otaknya sebuah ide...
"bukankah ini adalah waktu yang tepat untuk menjauhkan wanita ini dari bryan?" ucapnya dalam hati
Abi byangkara, mengeluarkan smirk nya ia melirik ke arah lelaki hidung belang yang sedang sendirian di sudut ruangan sana.
ia melangkahkan tungkai jangkung nya ke arah lelaki tua tersebut
"hey tuan apakah kau butuh wanita?" ucap Abi
"bisakah kau mencarikan nya untuk ku?" ucap pria itu
Abi mengeluarkan smirk nya...
"kau melihat wanita dan laki-laki di sana-"
Di sisi lain...
"aku tak menyangka adik ku bahkan bisa berbuat seperti ini... seumur hidup pun aku belum pernah mendatangi tempat itu" ucap izan, saudara laki-laki dari Bryan.
Ia bahkan rela datang jauh-jauh dari Tokyo hanya untuk memastikan apakah adiknya menjalankan amanah sang ibu yang pernah di titipkan kepada Bryan sebelum beliau pergi.
Namun,nyatanya Bryan tetaplah orang yang sama si berkepala batu.
Terkadang ia lelah menghadapi sikap sang adik yang berbeda di antara mereka bersaudara.
Bryan side...
"hey bry, ayo! atau kau akan tau akibat nya" ucap sang sahabat.
Bryan hanya diam...
Abi menuntun nya untuk berdiri ia pun berdiri sempoyongan.dari arah belakang sana terlihat pria tua yang sedang menuju ke arah mereka, pria tersebut menghampiri Mira dan menarik Mira ke salah satu room di sana Mira tak menolak, ia malah dengan senang hati menerima uluran tangan lelaki yang sudah berumur itu.
"udah yuk pulang bry" ucap Abi.
lalu Abi melirik ke belakang nya dan kembali mengeluarkan smirk nya.
sesampai nya di mobil ia menelfon sang istri.
"sayang, ia sudah masuk ke room, jangan sampai kamu ga melakukan rencana kita" ucap Abi.
"akan sesuai dengan rencana kita honey, aku sudah muak rasanya melihat raut sedih sahabat ku itu" ucap si perempuan di seberang sana.
"Dan ya, Kenzo ku titipkan di rumah bunda" ucap si perempuan.
"oke sayang, aku tutup dulu yaa, good luck, aku mengantar kan Bryan dulu" ucap Abi .
"iyaa" ucap nya di seberang sana.
telepon pun terputus...
Abi mengantarkan Bryan ke rumah nya.
Bryan ia dudukan di samping kursi pengemudi, lebih tepat nya di samping nya.
"hahahaha ada apa dengan ku, aku bingung akan perasaan ku! " ucap Bryan dalam alam bawah sadar nya.
Abi hanya melirik sahabat nya itu sekilas.
"sudah tahu kau mulai mencintai nya kenapa kau malah menyakiti nya" ucap Abi diiringi tawa hambar nya.
"ada apa dengan ku!"ucap Bryan kembali sambil memukul-pukul kepala nya dengan kedua tangan nya.
"hey hentikan bry,kau menyakiti diri mu sendiri !" ucap Abi yang mulai memelankan laju mobil nya dan menghentikan Bryan.
Beberapa saat kemudian...
saat sampai di rumah Bryan pukul 00:00.
apakah istrinya sudah melakukan rencana mereka atau ia malah iba pada wanita itu.
itu lah yang ada di pikiran Abi karena ia tau betul bahwa Kelly,istrinya adalah tipikal orang yang ga tega an.
ia membopong Bryan ke dalam rumah,di sana sudah terlihat Alana, izan ,dan ayah Bryan sedang menatap mereka ber dua, ah ralat maksud ku hanya menatap tajam bryan.
Tiba-tiba izan berjalan tak santai ke arah mereka satu pukulan melayang di pipi Bryan.
Tak cukup sampai itu saja...
Plak !.
satu tamparan mendarat di pipi sebelah kiri Bryan, ia hanya terdiam menahan sakit ia bangkit dan tersenyum meremehkan ke arah izan.
"heii sudah lama ga bertemu bang! apa kabar kenapa kau menampar adik mu yang imut ini" ucap nya dalam keadaan tak sadar.
jangan di tanya kan keadaan Alana saat melihat keadaan suami nya ini, ia bahkan berniat berlari dan melindungi Bryan dari amukan izan. sejahat- jahatnya sang suami ia juga tak tega melihat hal tersebut.
"sudah nak, cukup di sini jangan halangi mereka, biarkan izan melepaskan kekesalan nya itu" ucap ayah Bryan
sang ayah juga sudah muak melihat tingkah Bryan yang semakin menjadi-jadi.
Dari dulu putra nya itu seperti tak berniat berubah, ia masih ingat betul bagaimana ia dulu semasa Bryan SD, ia mengikat Bryan di pohon rambutan di depan rumah mereka ,tidak di kasih makan ataupun minum, karena Bryan sewaktu itu melakukan suatu hal yang bukan seharusnya di lakukan oleh anak seusia nya.
Dan bukan nya semakin berubah semakin dewasa anak nya itu malah semakin terlihat seperti pecundang walaupun sudah menjadi CEO.
Di samping sang ayah, ada Lana yang mulai menangis tersedu-sedu melihat suaminya kembali di tendang.
ia pingsan, ia sudah tak kuat menangis.
Bruk!.
"cukup bang, Alan pingsan" ucap Abi
izan menghentikan pukulan nya pada Bryan dan ia melangkah menuju arah Alana dan ayah,terlihat ayahnya sedang berusaha membangun kan Alana.
"Zan, cepat bawa dia ke RS" ucap sang ayah
izan membopong Alana dari arah luar sudah terlihat Kelly uang sedang tersenyum bahagia.
"Nana kenapa bang?" tanya Kelly seketika panik melihat sahabat nya.
"Dia pingsan" ucap izan sambil berlalu membawa Alana ke dalam mobil Abi.
Di sisi lain...
Mira sedang tertidur pulas dan di samping nya ada lelaki berumur yang sedang menatap nya.
" hey baby girl, aku akan menjadi kan mu istri ke 3 ku"
ucap lelaki tua itu.
setelah melakukan itu dengan Mira.
Di rumah sakit...
Alana di periksa dokter.
"Dokter lana gapapa..., ia hanya terkejut" ucap dokter.
"Alhamdulillah, syukur lah" ucap Kelly
Tak lama setelah itu Alana sadarkan diri
"bryan... Bryan!" teriak nya,ia takut kalau terjadi sesuatu pada Bryan.
"Alana, ini aku Elly. Bryan gapapa kok,tadi dia di tidurkan di kamar kalian, sepertinya dia sudah tertidur" ucap Kelly.
"huhh, baiklah tunggu kenapa aku berada di sini?" tanya Alana bingung.
"tadi kamu pingsan" ucap Kelly.
Alana hanya ber-oh ria.
tak lama setelahnya ia di perbolehkan pulang.
Skip sampai...
Alana berjalan menuju kamarnya,semua orang sudah pulang
terlihat Bryan sedang tidur pulas.
" sampai kapan kau akan begini hmm?. apakah aku Takan pernah bisa mendapatkan hati mu" ucap Alana sendu memandangi Bryan, matanya berkaca-kaca.
"aku sungguh lelah menunggu mu. bahkan dulu waktu SMP aku sudah melupakan mu, kenapa perasaan itu tumbuh lagi namun, kau masih tak menerima ku" ucap Alana yang mulai menitikkan air matanya.
"mungkin untuk saat ini aku masih bisa bertahan dengan mu, namun selanjutnya aku akan pergi darimu jikalau aku sudah benar-benar lelah" ucap Alana mengecup pipi Bryan ,percayalah ini kali pertamanya Alana melakukan ini.
Tak masalah bukan? lagian kapan lagi ia bisa melakukan hal kecil ini kepada sang suami.
Alana pun menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua
Alana pun terjun ke dalam alam mimpi nya.
Entah reflek ataupun di sengaja Bryan yang sedang tidur itu memeluk Alana yang di samping nya itu.
Apakah benih-benih cinta itu sudah mulai muncul di hati bryan?.