Hari minggu pagi elly menelfon ku dan mengabarkan bahwa dia tidak bisa pergi ke salon dengan ku karna ada acara keluarga yg mendadak dan mamah ku juga tidak bisa menemaniku karna beliau harus pergi ke luar kota menemani papah ku untuk membuka cabang baru toko bangunan milik keluargaku yaa papahku adalah seorang pemilik toko bangunan yg terhitung sukses dan memiliki beberapa cabang di kota ini dan baru membuka cabang di kota lain karna masih membutuhkan perhatian ekstra papa dan mamaku sementara tinggal di kota itu untuk memantau perkembangan dari toko tersebut sedangkan di kota ini di awasi oleh orang2 kepercayaan papa dan kadang bang Zacky yg akan mengontrol ke masing2 toko tersebut.
Aku mencoba pergi sendiri di antar oleh bang Zacky ke sebuah mall dan dia akan pergi untuk memeriksa toko2 bangunan milik papaku dan berjanji akan menjemputku sekitar 3 atau 4 jam lagi..aku mengintip dengan malu2 ke dalam salon yg lumayan ternama itu ragu antara mau masuk atau tidak dan tiba2 ada orang yg menepuk bahuku dari belakang dan berkata "heh gendut!!" Aku menoleh melihat Aris dan teman2nya "sedang apa kau di sini??ingin ke salon?" Tanyanya dengan nada menghina "harusnya kau sadar,,kau itu gendut jelek meski pergi ke salon mahal pun tak akan berubah akan tetap gendut dan jelek!!"ucapnya sambil tertawa terbahak-bahak bersama semua temannya ada yg sambil merekam dengan hp dan ada yg memegangi perut karna mereka kira itu lucu aku hanya diam dan menunduk lalu pergi sampai2 aku tidak tau kalau di depan ku ada orang dan aku menabraknya "aduh..maaf maaf aku tak sengaja"kataku sambil terus menunduk "tidak apa"kata orang yg ku tabrak "degg..degg" seketika aku mengangkat wajahku dan melihat orang yg ku tabrak adalah Pam aku langsung menutup mulutku dengan kedua tangan ku dan tanpa mengatakan sepatah kata pun aku akan pergi tiba2 dia berkata "tunggu...."cegahnya yg membuat jantungku serasa berhenti dan tak percaya bahwa dia bicara dengan ku dan aku langsung menoleh "kkaa..kau memanggilku?" Tanyaku dan di jawab anggukan olehnya "aa.ada aapa?" Tanyaku sambil tergagap "boleh aku bicara dengan mu?" Tanyanya aku menjawab dengan anggukan kepala ragu sambil menoleh kanan kiri melihat gerombolan Aris sudah pergi dari sana sejak tadi.
Kami berdiri di sebelah teralis sambil melihat pengunjung di lantai bawah "ada apa?" Tanyaku "apa kau temannya Elly?" Tanyanya dengan ragu dan aku hanya mengangguk kan kepala saja dan dia langsunng mengatakan "boleh aku meminta nomer hp mu?" Ucapnya to the poin membuatku shock dan mengangguk serta menerima ponselnya "trimakasih..aku akan menghubungi mu nanti..aku harus pergi"katanya sembari berlari ke arah teman2ny dan aku serasa ingin pingsan.