“Melihat Aurora bisa tertawa lepas dengan orang lain Garvi merasa tak berdaya dad!” ungkap Garvi.
“Garvi merasa malu dad, ngebuat Aurora tertawa aja Garvi gabisa! Apalagi mau buat Garvi bahagia dad!” gumam Garvi.
“Dad kasih tau Garvi, Garvi harus apa!” rintih Garvi.
“Tapi meskipun begitu Garvi harus tetep maju kan dad! Garvi harus tetep bertahan kan Dad!” ucap Garvi menguatkan dirinya sendiri.
“Bantu Garvi dad, buat bisa ngelanjutin ini semua!” gumam Garvi.
Garvi terdiam sejenak melihat batu nisan Ganendra, meskipun tau Garvi tidak akan mendapatkan jawaban apapun, tapi setidaknya Garvi merasa lebih lega, Garvi mengeluarkan semuanya yang di pendamnya.
Perasaannya menjadi lebih baik setelah bercerita dengan Ganendra, setelah perasaannya membaik Garvi berpamitaan dengan Ganendra.
“Dad,