Mata Aurora dan Garvi saling memandang beberapa menit, batin Garvi berkata.
“Ini cewek bener-bener beda dari yang lain!” batin Garvi.
“Tingkahnya selalu saja berhasil membuat gua jatuh cinta sama dia! Dan selalu penasaran sama dia!” ucal Garvi dalam hati.
“Tapi sayang gua belum bisa dapetin hatinya dia!” sambung Garvi.
Aurora yang menatap Garvi malah melamun berusaha menyadarkan Garvi dari lamunannya.
“Woi Vi, malah ngelamun!” teriak Aurora.
Mendengar namanya di panggil dan pipinya di tepak-tepak pelan oleh Aurora membuat Garvi tersadar dari lamunannya.
“Ah lu gimana sih! Minta bangunin malah gua yang di tarik!” omel Garvi.
“Bangun sendiri ah!” gumam Garvi kemudian langsung bangun dan berbalik melanjutkan berjalan.
Garvi meninggalkan Aurora begitu saja, namun bukan Aurora namanya