Begitu Garvi masuk kamar melihat Aurora sudah tidak lagi ada di kasur, perasaannya sedikit lega karena tidak harus menunggu lagi.
Karena Garvi laper dan ingin cepat makan Garvi menganggu Aurora yang sedang mandi, menyuruh Aurora untuk cepat menyelesaikan mandinya.
“Ra!” teriak Garvi.
Aurora yang sedanv luluran tidak memperdulikan teriakan Garvi, namun meskipun diacuhkan oleh Aurora Garvi terus mencoba memanggilnya sampai Aurora menjawabnya.
“Ra!” panggil Garvi.
“Aurora!” ulang Garvi sekali lagi.
“Aurora! Denger ga sih!” teriak Garvi dengan sedikit emosi.
“Aurora lu budeg yak!” geram Garvi.
Aurora yang namanya di panggil beberapa oleh Garvi merasa terganggu, sehingga menyahutinya dengan nada tinggi juga.
“Apan sih!” jawab Aurora kesal.
“Buruan! Lama banget mandi!” omel Garvi.
“La