Empat puluh delapan : Pelukan Hangat dan Secangkir Kopi
Dalam sepanjang hidup, tepat selama dua puluh delapan tahun lamanya ia tinggal di bumi ini. Bara menemukan tempat paling nyaman selain pelukan mama. Tangan paling hangat yang mengusap punggungnya, juga senyum paling menawan yang pernah ia terima. Gadis itu, Andaru. Seseorang yang tak seharusnya ia jatuhi hati. Sebab ia tau, lewat tatapan matanya Pram menyukai Andaru. Lebih dari itu, ia juga tak bodoh untuk sekedar membaca sikap gadis di depannya. Bahwa Andaru mencintai Pram. Hanya saja kedua orang yang sama-sama i***t itu tak segera mengucapkan apa yang mereka rasakan.
Entah sejak kapan perasaan itu hadir. Bara tak begitu menyadari, hanya saja hari-hari yang ia lewati bersama Andaru terasa menyenangkan meski di sisi lain juga melelahkan. Sepanjang hidupnya, Bara tak banyak berbeda dengan