Air mengalir membasahi rambutnya. Sambil memijat kulit kepala, ia membayangkan suasana nanti siang. Tertawa bersama, saling ejek ringan, membahas masa sekolah yang terasa begitu jauh sekaligus dekat.
Mamanya tadi sudah sempat bertanya.
"Kalian jadi pergi hari ini?"
"Iya, Ma. Reuni kecil sama teman - teman SMA. Makan siang sama ngopi sampe sore aja, kok."
"Oh, ya sudah. Papa sama Mama juga mau keluar nanti. Ada undangan makan siang juga."
Dede mengangguk lega. Artinya ia tidak perlu merasa bersalah meninggalkan rumah. Semua punya agenda masing - masing.
Setelah mandi, ia berdiri di depan cermin dengan hair dryer di tangan. Suara mesin pengering rambut itu cukup keras, memenuhi kamar. Ia fokus mengeringkan rambutnya sambil sesekali menyisir agar jatuhnya lebih halus. Ia ingin rambutnya