"Sudah lama sekali," ujar Eyang Nino.
"Dua puluh tahun, dok," jawab Adrian sambil tertawa kecil.
Arsya dan yang lain memperhatikan dengan penuh rasa hormat. Mereka tahu masa kepemimpinan Eyang Nino di dunia rumah sakit dulu bukan perkara kecil.
Eyang Nino kemudian memperkenalkan keluarganya. "Kami ke Manchester untuk menghadiri wisuda cucu saya."
Ia menoleh ke arah Arsya dengan bangga.
Adrian tampak terkejut sekaligus senang. "Benarkah? Saya juga di sini untuk hal yang sama. Cucu saya juga wisuda lusa."
"Di universitas yang sama?" tanya Eyang Nino.
"Mungkin, cucu saya di University of Manchester."
"Iya, sama," kata Arsya. "Yang pagi atau yang siang, Om?"
"Siang."
"Mas Arsya kok manggilnya om, itu teman eyang lho," tegur mama Ana.
"Eh maaf ..." sahut Arsya cepat.
"Nggak apa - ap