"Tawaran apa?" suara Dede langsung berubah penasaran.
"Paman minta aku ngantor di sana satu bulan dulu. Belajar lihat proyek. Lagi ada townhouse eksklusif sepuluh unit, lahannya lima ribu meter. Terus ada klien rumah mewah juga. Aku boleh ikut meeting sama arsitek, keuangan, kontraktor. Dari awal sampai akhir."
Beberapa detik hening.
"Itu serius?" tanya Dede pelan.
"Iya. Mulai besok."
Dede terdengar tersenyum. "Keren kali, Sya."
"Aku juga ngerasa ini kesempatan bagus. Kayak dikasih akses lihat dapur rahasia orang."
Dede terkekeh. "Perumpamaanmu selalu soal makan."
"Karena gampang dipahami."
"Tapi kamu sanggup? Maksudku, pasti capek. Belajar hal baru lagi."
Arsya menghela napas ringan. "Capek pasti. Tapi aku memang harus mulai. Papa juga setuju. Katanya jangan cuma modal lahan, ta