Sejak dua minggu terakhir, Arsya benar - benar diajak masuk ke dalam proses bisnis properti dari hulu ke hilir. Ia tidak hanya duduk di kantor melihat laporan. Ia ikut survei tanah ke pinggiran kota, berdiri di atas lahan kosong yang masih ditumbuhi ilalang, mendengar langsung penawaran harga dari pemilik tanah.
"Tanah itu bukan cuma soal luas," kata Paman Juna suatu pagi saat mereka berdiri di lokasi survei. "Kontur, akses jalan, lingkungan sekitar, itu semua menentukan."
Arsya mencatat di buku kecilnya.
Ia juga ikut dalam negosiasi dengan klien. Duduk di ruang meeting, mendengar calon klien bertanya detail tentang spesifikasi bangunan.
"Kenapa harga unit sudut lebih mahal?" tanya seorang klien.
"Karena luas tanahnya lebih besar dan sirkulasi udaranya lebih baik," jawab Paman Juna te