Trio itu berjalan berdampingan keluar dari pintu kedatangan, Arsya dengan tas ransel hitamnya, Dede membawa koper kecil berwarna krem, dan tentu saja Tanti yang paling ribut sendiri sejak pesawat belum benar - benar berhenti.
"Jakarta panas kali ya. Ini baru keluar pesawat aja sudah lengket," gerutu Tanti sambil mengibas - ngibaskan tangan di depan wajahnya.
"Baru lima menit kau di Jakarta, sudah komplen, katanya kamu kerja di sini, sanggup nggak itu?" sahut Arsya.
"Nantilah kepikirkan lagi kalau gitu," jawab Tanti.
Dede tersenyum kecil mendengar percakapan tak jelas itu.
Ia sebenarnya senang bisa datang ke sidang skripsi Arman. Arman memang tidak pernah meminta mereka hadir. Waktu menelepon beberapa hari lalu, Arman hanya berkata, "Doakan aja ya, semoga lancar."
Tapi mereka bertiga