Tigor mengajar anak-anak pangkalan membaca penipuan dokumen dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecil di pangkalan depan pasar Cibitung, dan mengajarnya adalah mengajar yang tidak pernah bisa dibaca dari kertas-kertas resmi mana pun: dengan cerita yang diceritakannya dengan tangannya sendiri yang mengetik kematian orang-orang di rumah susun tanpa nama dengan tangan yang luka, dan dengan satu kalimat yang dibacanya dengan suara yang sudah lama tidak berubah sejak malam ia dibawa dengan kurir jam tiga dari kamar kosnya di belakang terminal.
"Kalau ada yang minta KTP-mu untuk disimpan, itu bukan kerjaan. Itu panen." Tigor mengajarkannya dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecilnya dan dengan mata yang membaca anak-anak pangkalan yang membaca ceritanya dengan mata-mata yang sudah lama tidak berubah sejak malam pertama cerita itu diceritakannya dengan tangannya sendiri. "Aku pernah memberikan KTP-ku untuk disimpan dengan janji kerjaan dokumen yang bersih, dan aku dihapus dari kertasku sendiri dengan kurir jam tiga dari kamar kosku di belakang terminal — dan aku mengetik kematian orang-orang dengan tangan yang luka di rumah susun tanpa nama dengan tangan yang luka yang tidak pernah dirawat dengan benar, dan aku menyimpan nama-nama yang kuketik di kepalaku dengan doa kecil yang sama dengan doa kecil Ratna sebelum tidur supaya aku tidak lupa siapa aku. Dan aku pulang dengan jam tanganku yang dimatikanku di pukul tiga lewat sepuluh di atas meja untuk siapa pun yang datang mencariku dengan mata yang benar — dan aku mengajarkan ini kepadamu dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecil ini: jangan pernah memberikan KTP-mu untuk disimpan dengan janji kerjaan yang terlalu bersih untuk dibaca dengan mata yang benar. Itu bukan kerjaan. Itu panen."
Di papan kecil itu Tigor menuliskan tanda-tandanya dengan huruf yang ditulisnya dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar — tanda-tanda yang dibacanya dari malam-malamnya sendiri di rumah susun tanpa nama: kerjaan yang datang tanpa orang yang bisa ditemui di kantor yang bisa didatangi, gaji yang terlalu bersih untuk pekerjaan yang tidak pernah dijelaskan dengan kata-kata yang benar, KTP yang diminta untuk disimpan dengan alasan yang berdiri dengan kaki yang salah, dan satu kurir yang datang menjemput di jam yang tidak pernah dipakai kantor mana pun yang berdiri dengan kaki yang benar. Dan di bawah semuanya, dengan huruf yang lebih besar dari huruf-huruf yang lain: kalau sudah terlanjur, simpan namamu di kepalamu, dan jangan pernah berhenti percaya ada yang mencarimu.
Dan Bang Jul membacanya dari sisi pangkalan dengan kopinya yang dibayarnya sendiri dengan uang receh dari kantong jaketnya, dengan mata yang tidak pernah berubah sejak malam ia membaca bahwa teman nariknya tidak kabur melainkan dihapus dari kertasnya — dan berkata pelan kepada ojek yang berdiri di sampingnya dengan suara yang tidak naik dari suara pangkalan yang biasa:
"Anak itu mengajar dengan luka yang sudah dirawat dengan benar. Dan itu guru yang tidak bisa dibeli mesin dengan harga berapa pun."
Dan sore itu pasar Cibitung turun ke sorenya dengan debu proyek tol yang berjalan di udara dari jalan raya yang tidak pernah selesai diperbaiki, dengan anak-anak pangkalan yang membaca papan kecil itu dengan mata-mata yang sudah lama tidak berubah, dan dengan satu lelaki yang mengajar dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecilnya — mengajar dari satu malam dengan kurir jam tiga yang tidak akan pernah dilupakannya, supaya malam yang sama tidak pernah menjemput orang lain dari kamar kos mana pun di belakang terminal mana pun.
Dan anak-anak pangkalan itu membacanya dengan mata-mata yang sudah lama tidak berubah sejak malam pertama cerita itu diceritakannya dengan tangannya sendiri — dan satu anak muda yang berdiri di belakangnya dengan tangan yang tidak berhenti bergerak di atas KTP-nya sendiri di sakunya dan dengan satu pertanyaan yang dibacanya dengan suara yang lebih kecil dari suara-suara anak-anak pangkalan yang biasa:
"Dan kalau kita sudah memberikannya untuk disimpan dengan janji yang terlalu bersih untuk dibaca dengan mata yang benar, Bang? Apa yang harus kita kerjakan dengan tangan-tangan kita yang tidak bisa berhenti gemetar seperti tangan-tangan Bang Tigor yang mengetik kematian orang-orang dengan tangan yang luka di rumah susun tanpa nama itu?"
Dan Tigor menjawabnya dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecilnya dan dengan satu kalimat yang dibacanya dengan suara yang sudah lama tidak berubah sejak malam ia dibawa dengan kurir jam tiga dari kamar kosnya di belakang terminal:
"Kau kerjakan apa yang kukerjakan dengan tangan yang luka yang tidak bisa berhenti gemetar seperti tangan-tanganmu: kau simpan nama-nama yang kau ketik di kepalamu dengan doa kecil yang sama supaya kau tidak lupa siapa kau, dan kau menunggu dengan jam tanganmu yang kau matikan di jam kurir itu di atas meja untuk siapa pun yang datang mencarimu dengan mata yang benar. Dan kau tidak pernah berhenti percaya bahwa ada yang mencarimu dengan mata yang benar, karena ada yang mencarimu dengan mata yang benar — dan itu yang kupelajari dari malam aku dibawa dengan kurir jam tiga dari kamar kosku di belakang terminal dengan jam tanganku yang kumatikanku di pukul tiga lewat sepuluh di atas meja untuk siapa pun yang datang mencariku dengan mata yang benar."
Dan Mursid membacanya dari kejauhan dengan satu halaman yang akan ditulisnya di buku tulis keduanya dengan tangan yang hangat: Tigor mengajar anak-anak pangkalan membaca penipuan dokumen dengan tangan yang luka yang sudah dirawat dengan benar di papan kecil di pangkalan depan pasar Cibitung — dan satu kalimatnya berdiri di atas semua yang sudah dibacakannya sejak malam ia dibawa dengan kurir jam tiga dari kamar kosnya di belakang terminal: kalau ada yang minta KTP-mu untuk disimpan, itu bukan kerjaan. Itu panen. Dan satu anak muda dengan KTP-nya di sakunya membacanya dengan tangan yang tidak berhenti bergerak di atasnya, dan itu lebih dari yang pernah bisa dibaca dari kertas-kertas resmi mana pun.