Seorang pria berambut putih salju tengah duduk menatap luar jendela ruang kerjanya. Dia adalah Gaelich Moralio, seorang Alpha sekaligus calon raja demon.
"Selamat malam Alpha" sapa Elas, beta Silvermoon pack masuk kedalam ruang kerja sang Alpha. Gaelich hanya berdehem sebagai jawaban, penampilan fisiknya sangat tampan, gagah dan berkharisma. sempurna! itulah penilaian orang yang tak tahu kenyataannya.
Dia seorang tunanetra. Seorang Alpha yang buta. Namun kekuranganya itu dapat di tutupi dengan kekuatan dan keelokannya, lalu apakah dia bahagia akan hal itu? Menjadi orang yang memiliki keterbatasan itu cukup sulit. Bukan bahagia, lebih tepatnya pasrah karena tidak ada cara untuk menyembuhkan matanya.
"Apa kau sudah menyiapkan semua keperluanku untuk besok?" tanya Gaelich.
"Sudah Alpha, semua sudah saya siapkan" jawab Elas. "Tapi untuk apa Alpha melakuan semua ini? Apa tujuan anda Alpha?" Tanya Elas heran, karena tiba-tiba Gaelich ingin berkuliah lagi. Padahal umurnya sudah lebih dari 200 tahun.
"Tak ada, aku merasa bosan saja" jawab Gaelich tanpa mengalihkan pandanganya dari luar. Yah menjadi seorang Alpha sekaligus calon Raja demon membuatnya sedikit penat. Dia ingin bersenang-senang dan mencari sensai baru didunia manusia.
"Apa Alpha tak mau mencari Luna? " pertanyaan yang sangat sensitif untuk Gaelich, pasalnya pria itu tak kunjung menemukan matenya, padahal umurnya sudah lebih dari 200 tahun.
"Bukan urusanmu!" jawab Gaelich ketus. Elas hanya mengaguk maklum.
"Maaf Alpha, saya hanya berfikir anda harus segara mencari mate anda" tutur Elas memberi saran kepada Alpha tersebut.
"Sudahlah, aku ingin sendiri, keluarlah." perintah Gaelich. Pria itu paling anti membahas soal Lunanya.
Elas mengangguk patuh, tidak ingin membuat Alphanya marah."Baik Alpha, saya permisi."
Pria berambut coklat gelap itu pun keluar, meninggalkan Gaelich sendirian.
'Beta itu benar Lich, ayo cari mate kita, kau tau? Aku sudah terlalu lama menjomblo, dan itu sungguh menyiksa. Aku ingin merasakan pelukan mateku.' mindlink Evon.
' itu memang sudah nasip kita ' jawab Gaelich.
'Tidak! Aku yakin moongoddes pasti memberi kita mate! Kau hanya perlu percaya diri Lich' elak Evon.
'Aku cukup percaya diri , aku hanya merasa akan membuat mateku menderita karena kebutaanku' kekuh Gaelich.
'Cinta bukan sebatas fisik Lich, aku yakin mate kita akan menerima segala kekurangan yang kita miliki '
Gaelich mendengus kesal, pria itu bangkit, melangkahkan kakinya menuju kasur king zizenya.
'Sudahlah, aku mau tidur.besok aku harus bangun awal. Kau jangan berisik!' ucap Gaelich.
'Ukh! Dasar pria gila! ' maki Evon kesal.
pria itu mulai menutup mata, namun pikirannya kembali pada kata-kata wolfnya.
Apa matenya mau menerimanya? Sungguh dia berharap akan hal itu,
Tapi dia juga takut, matenya justru membencinya, dia tak mau itu terjadi.sudah cukup rasa sakit yang dia terima selama ini. Dia hanya ingin dicintai dan disayang. Hanya permintaan sederhana dari seorang Alpha buta.
Tbc.