"Huaaaaaaaaaaaaaaaa...!" Jerit Raka keras. Ia berjongkok dan memegangi kepalanya dengan frutrasi. Mayat orang berjubah hitam yang baru saja Raka patahkan lehernya masih teronggok mengenaskan tepat di hadapannya.
Raka sungguh tidak menyangka dengan apa yang sudah ia lakukan. Apa yang telah ia perbuat beberapa menit lalu secara sadar. Raka menyesalinya. Penyesalan tersebut sama sekali tak berguna, sebab apapun yang akan Raka lakukan tidak akan mengembalikan nyawa orang itu.
Kepala dengan wajah bertopeng dan bermasker itu terlempar agak jauh dari onggokan tubuh tak bernyawa tanpa kepala di hadapan Raka. Masker dan topeng yang dikenakan olehnya terlepas, menampilkan wajah seorang gadis yang masih tampak muda. Raka tahu dia berbeda dengan tiga orang sebelumnya. Raka mendengar suara yang ber