Semua orang yang ada di ruang guru terkejut bukan main dengan apa yang terjadi. Bahkan Raka yang mengatakannya pun terkejut. Ia dengan segera berusaha menghentikan gurunya yang seperti kehilangan kesadaran dirinya sendiri. Darah mengalir dari kepala guru tersebut, membuat guru-guru lain berteriak dan mulai panik. Beberapa guru lainnya berlari keluar memanggil salah petugas ambulans yang masih mengurus mayat perawat UKS untuk segera menyelamatkan rekan mereka. Masalahnya adalah, tak seorang pun bisa menghentikan tindakan Pak guru botak tersebut yang terus berusaha membenturkan kepalanya sendiri. Guru tersebut juga seperti tidak merasakan sakit sama sekali selama membenturkan kepalanya.
Di tengah kepanikan tersebut, Ariana berdiri dan menyadarkan Raka untuk segera menghentikan tindakan guru