Nicolas Bryan wilton, usia 22th
Anak tunggal dari Samuel wilton dan mika wilton. Memiliki sikap yg ramah dan penyayang. Tinggi 185cm, tampan dan berkulit putih. Broken home hanya tinggal dengan papanya.
Smiley putri Adrian, usia 18th
Sikap ceria, ramah, pintar
Yatim piatu saat umur 17th
NB Mart
"Put... Tolong bantu Isi minuman di rak sebelah sana" kata nico
"Baik kak" jawab putri
Semenjak ibunya meninggal Putri bekerja di mini Market milik keluarga nico untuk memenuhi kebutuhan hidup dan Biaya sekolahnya. Nico dan putri Sudah dekat sejak mereka masih kecil, nico selalu membantu ibu Dan putri saat mereka kesusahan.
"Kak nico.... Boleh ga besok aku ijin ga kerja?"
"kenapa put? Kamu sakit?" nico menempel kan punggung tangannya di dahi putri
"ga kak.. Besok putri ada acara kelulusan di sekolah"
"oh... Kakak pikir kamu sakit put, biasanya kan pulang sekolah kamu kerja. Emang acaranya sampai sore ya?"
" iya kak, sekalian perpisahan sama teman-teman, mereka pada mau kuliah kak.
" iya besok kamu libur aja, sekalian happy-happy. Jangan kerja terus"
"makasi kakakku yang tampan " ucap putri sambil tersenyum manis pada nico
Nico merasa jantungnya berdetak lebih kencang saat melihat senyum Manis putri. Gadis yang selalu Bisa membuatnya tersenyum dan bahagia. Membuat ia Bisa melupakan kenangan pahit saat mama mika memilih bercerai dari papanya.
"Tunggu sebentar lagi put aku akan menikahimu dan menjagamu seumur hidupku" batin nico sambil tersenyum dan mengacak rambut putri.
"Kakak...!!
Putri cemberut rambutnya Jadi berantakan.
Pagi ini di SMA Harapan
" Ye....... Kita lulus sorak putri, Gita, Lulu dan Dion"
Mereka bersahabat sejak SD sering berbagi suka dan duka bersama. Mereka juga yang selalu menemani putri saat kehilangan orang tuanya.
"sedih...." sendu gita
"iya kita ngga bisa bareng-bareng lagi" sahut lulu
Mereka ber empat larut dalam pikiran masing-masing antara bahagia Dan sedih Jadi satu.
Gita dan Dion akan kuliah keluar Negeri. Sedangkan Lulu kuliah ke Kota H. Hanya putri yg tetap tinggal, selain tak punya Biaya untuk kuliah dia juga tidak Bisa meninggalkan cinta pertamanya.
"ngga apa-apa sahabatku... Kita masih Bisa berkirim pesan dan video call. Sudah jangan sedih-sedihan lagi" ucap putri
Mereka berempat pun berpelukan.
Putri baru saja sampai di depan Dirumah sederhana berukuran 21m2, rumah peninggalan orang tua putri. Terdapat 2 kamar tidur Kecil dan Ruang tamu yang sempit. Baru saja putri membuka pintu rumah
"surprise........!! Teriak Ana, Beno dan Nico
mereka membawa kue dan bunga
" Selamat atas kelulusannya" ucap nico
Putri masih matung di depan pintu.
"ayo tiup lilinya" ucap ana
Putri pun tersadar dan meniup lilin kue tersebut, nico dan Beno memberikan bunga dan ucapkan selamat kepada putri. Mereka berbincang dan bersenda gurau bersama.
"put... Kita pulang dulu ya.." pamit Beno dan ana
"iya... Makasi banyak ya" ucap putri sambil memeluk ana
Sekarang tinggal nico dan putri Duduk bersebelahan di kursi panjang yang sederhana.
"put.."
"Iya kak"
Mereka saling memandang lekat, nico mendekatkan wajahnya ke wajah putri, semakin dekat hingga jarak ya 5cm. Putri gugup.
"kak.... Belum selesai putri bicara nico Sudah menempelkan bibirnya dibibir putri. Putri membeku dengan apa yg dilakukan nico, melihat reaksi putri yang tidak menolaknya, nico mulai mengecap bibir ranum milik putri. Nico melumat bibir putri dengan lembut. Darah putri berdesir menerima perlakuan lembut dari nico. Nico menahan tengkuk putri untuk memperdalam ciumannya. Putri tidak membalas Karna ini ciuman pertamanya. Nico mulai menggit bibir putri agar putri membuka bibirnya. Nico semakin memperdalam ciumannya dia melumat bibir putri dan mulai menjelajahi mulut putri dengan lidahnya. Semakin lama ciuman nico semakin panas apalagi putri mulai membalas ciumannya mesti kaku. Berlahan tangan nico turun dan meremas p******a putri...
"ahk...." putri mendesah
"kak...."
Nico membuka baju atas putri memperlihatkan gunung kembar yang menantang birahinya. Nico mulai membukanya... Menghisap dan melumat p****g s**u putri. Putri semakin melayang dibuatnya... Desahan-desahan putri semakin meningkatkan nafsu Nico. Bahkan senjatanya Sudah menegang dibawah sana.
Nico menikmati p******a putri dengan rakus. Sambil menyusu tangannya aktif menyusu ke bagian bawah putri....
"ahhk...kak.......