Pagi itu Vina belum mau berangkat ke Amanda’s resto. Kurang lebih pada pukul 05.30 pagi seorang yang tidak asing mengetuk pintu kamar kosnya. Ialah Ibu pemilik kos memanggil Vina, memberitahukan kalau ada pemuda mencari-cari dia sejak pagi buta. Vina pikir orang itu hanyalah kakak laki-lakinya yang mau pinjam atau minta uang saja. Ia pun menitip pesan kepada Ibu kos agar mengatakan kalau uang sang Adik sudah habis untuk membayar biaya kos dan cicilan motor. Tapi Vina sangat terkejut begitu si Ibu tadi menyebut nama Ervan, nama pemuda yang ingin bertemu dengannya. Pandangan pun mulai mengesankan kecurigaan mendalam. Dari mana Ervan mengetahui alamat tempat indekos Vina? Apakah Lisa atau Desi yang membocorkan? Gawat! Mungkin saja Ervan sadar jika malam itu Vina fokus merekam ulah pengacaunya