Ratusan pohon pinus menjulang tinggi. Keindahan semburat-semburat cahaya pagi menerobos di sela daun pohon pinus Merkusii. Regu satu itu terdiri dari Lisa, Vina dan Desi berjalan masuk ke dalam hutan lebih dalam. Terus melewati arah petunjuk pada denah dan semakin ke dalam menyeruak aroma lembap pohon pinus yang kentara. Suasana sejuk penuh ketenangan bagi mereka diselingi pula kicauan dari burung-burung beterbangan. Hendra dan Amanda telah naik ke gardu pandang semenjak matahari terbit dari ufuk timur. Mereka telah melihat panorama Arunika berdua saja. Orang-orang pun memprotesnya. Karena Lisa, Vina atau Desi tidak diajak. Apalagi diberitahu ada satu tempat dan cara sederhana, guna menyaksikan seberkas cahaya mentari setelah terbit dari tengah hutan seperti ini.
Vina masih ingin mengganj