“Apakah aku telah mengganggumu, Lisa? Kau yang datang sendiri setelah menolak kami. Padahal Ervan tidak pernah lebih baik dari segala yang bisa kami berikan. Dia punya apa? Ingatlah kata-kataku malam ini dan janji pasti terbukti! Yang lalu hanya permulaan saja. Mulai sekarang, Ervan akan merasakan pembalasan yang sebenarnya.’’ Seperti itulah kalimat Niko sebelum pergi meninggalkan Lisa dengan kondisi terikat. Sang Wanita dalam sikap diamnya masih bisa meladeni pakai ujung sendal di kaki, menyerakkan pasir-pasir ke arah muka Niko. Sang Pria harus terjengkang karena menghindari lontaran butir pasir yang nyaris mengenai area bola matanya. Niko langsung bangkit berdiri lalu membiarkan Lisa sendiri. Meraung tak jelas di tempat sepi. Dalam perjalanan menumpang mobil bak pengangkut jerami, Lisa m