Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Secilia Abigail Hariono
Bocah berumur satu tahun itu melonjak kegirangan karena terdapat banyak balon yang mengelilingi mereka. Melihat putranya yang begitu gembira tak terasa Gendis bernyanyi sambil meneteskan air mata. Dia terharu melihat betapa bahagianya bocah lelaki itu, Gendis merangkul erat dan memeluknya, dia menciumi kedua pipi gembul itu."Selamat ulang tahun Rahandika Kai Niskala, seperti arti namamu kau harus menjadi seorang lelaki yang kuat bagaikan prajurit gagah dan perkasa juga berparas tampan. Tak ada yang perlu kau takutkan di dunia ini, karena ibu akan selalu ada untukmu," ujar Gendhis.Sejak kejadian terakhir di Ponorogo Gendis memutuskan untuk hijrah ke Surabaya, dia memulai hidup barunya bersama anak yang dikandungnya. Karena saat itu Gendis memang sedang hamil dua bulan. Ingin rasanya dia memberitahu Rio saat itu, namun kenyataan pahit menyadarkannya. Kedatangan Sifa dan Purwati membuat Gendis pun perlahan mundur dari cinta segitiga itu. Dia tahu percuma saja memperjuangkan Rio untuknya, karena Rio sendiri tak memiliki ketegasan mengambil sikap. Dia tipikal lelaki yang mementingkan diri sendiri, Gendhis juga menyadari bahwa sang buah hati juga tak akan bisa memperjuangkan haknya. Karena dia adalah bayi tak memiliki nasab, maka dari itu Gendis memutuskan untuk pergi menjauh dan membuka lembaran baru. Namun dia tersadar saat Purwati meninggal dunia dan membuat satu wasiat di luar dugaan Gendhis. Kai yang membutuhkan Akta kelahiran, ketika berjuang tentang akta kelahiran datang sosok Mulki. Lelaki yang ternyata adik Sifa. Bagaimanakah kelanjutan cinta segi empat itu? Mana pilihan Gendhis?AKANKAH GENDHIS KEMBALI PADA RIO MENJADI ISTRI KEDUA DEMI ANAKNYA? ATAU MENIKAH DENGAN POHAN BEDA AGAMA? ATAU MEMBUKA LEMBARAN DENGAN MULKI ADIK SIFA?ic_default
Karena kamu suka Kehamilan, mungkin kamu suka ini juga:
Kehamilan · Pernikahan