"Hei, tetap bernafas."
Gadis itu, Dami Alan, wajahnya sepucat salju, bahkan tubuhnya lebih dingin dari pada suhu udara malam itu. Dami masih terus berusaha menarik oksigen, mengikuti perintah Jeffrey. Namun gerakannya makin pelan, dan perlahan.
Jeffrey mengecek denyut nadi di pergelangan tangan Dami. Lambat. Melambat.
Apa yang telah terjadi?
Apa penyebabnya?
Apakah Dami menelan sesuatu yang berbahaya hingga membuatnya tercekik sampai sekarat?
Jeffrey menoleh ke sekitarnya. Teras begitu sepi dan dingin. Ia telah mengikuti Dami yang berjalan terhuyung-huyung keluar, dan tak ada satu pun orang yang memperhatikan gelagat gadis itu kecuali Jeffrey. Teras sepi dan dingin. Hanya terdengar sayup-sayup lembut musik pesta yang merambat keluar dari dalam rumah. Di jendela, dengan penerangan yan