Beberapa waktu sebelum hujan salju yang deras turun...
Mimpi buruk itu kembali. Tidak. Ini sama sekali bukan mimpi buruk, melainkan sebuah kenyataan mengerikan yang benar-benar terjadi.
Sekali lagi, Alice Sullivan menghadapinya seorang diri.
Dengan sekuat tenaga, meski ia tahu betapa lemah dirinya sebagai manusia bila dibandingkan dengan makhluk mengerikan itu, ia tetap berusaha mendorong bahu lebar Vampir itu. Entah apakah Vampir itu sedang berbaik hati, akhirnya ciuman memuakkan itu lepas.
Tubuh Alice sungguh tak berdaya. Ia merosot jatuh setelah kedua tangan dingin itu membebaskan tubuhnya. Ia terduduk di atas lantai dingin kamar mandi yang terasa membekukan permukaan kulit tubuhnya. Ia membelalakan matanya yang basah. Air mata mengalir deras dari sudut matanya. Ia menangis tanpa