Dami merasa bersalah karena ia telah pingsan terlalu lama. Ia terbangun di tengah malam dan sudah berada di atas ranjang rumah sakit. Dua orang polisi menjaganya di depan pintu, melarangnya pergi sebab ia adalah seorang saksi. Besok pagi atasan mereka akan datang untuk menanyakan kesaksiannya. Tidak hanya itu, hasil pemeriksaan dokter pun menunjukkan jika ia perlu dirawat malam ini.
Dami sudah tidak dapat melanjutkan tidurnya. Sementara pagi masih sangat jauh. Ia memandang putus asa ke luar jendela, pada dunia yang masih gelap gulita di luar sana.
"Dami."
Dami terperanjat kaget mendengar suara Topaz yang berbisik dalam kamar yang hening. Ia menoleh namun tidak menemukan wujud Topaz. Topaz pasti sedang bersembunyi di sudut dalam bayang-bayang, seperti biasanya.
"Topaz!" seru Dami tertah