Raka duduk di sebelah Zara yang duduk di samping Ibu Fara.
"Ehhmm.. kalau Raka sama Zara sendiri bagaimana nih? Apa ada rencana ke dalam waktu dekat ini?" Tanya Bella yang mencoba membuka obrolan lagi.
"Aku sih maunya—"
"Raka jangan dulu cepat - cepat, ngapain. Masih banyak yang harus kamu lakukan untuk perusahaan kamu." Ucap Pak Gibran memotong pembicaraan Raka.
Mendengar ucapan Pak Gibran, Perasaan Zara menjadi tidak enak. Fikiran - fikiran negatif mulai muncul di benak Zara. Raka juga kesal mendengar apa yang di katakan Pak Gibran, karena Raka berfikir kalau itu adalah pilihan hidupnya, pilihan hidupnya yang tidak harusnya di tentukan oleh orang tuanya.
"Ehmm.. permisi sebentar yahh.. aku mau ambil minuman lagi sepertinya sudah mau habis." Ucap Zara, yang kebetulan memang min