Andika juga berbalik melihat Pak Gibran. Andika bergegas mengambil ponselnya dan berpura - pura menghubungi seseorang agar memberikan privasi untuk Raka dan kedua orang tuanya.
“Ehh.. tante.. Raka.. aku angkat telepon dulu yah, penting soalnya. Permisi dulu yah sebentaran.” Kata Andika dengan ponsel di telinganya.
“Ohh iyaa - iyaa nak.” Seru Ibu Fara yang kaget karena Andika tiba - tiba berdiri.
Andika juga memberi tahu Zara untuk tidak kembali dulu ke meja makan mereka, agar Raka busa berbicara dengan kedua orang tuanya.
Pak Gibran pun masuk ke dalam cafe, setelah bertemu dengan Andika dan Zara di luar.
“Raka !!! Hei kamu nggak apa - apa kan? Kamu kenapa bisa masuk rumah sakit? Hah?” Tanya Pak Gibran sambil memegangi pundaknRak saking khawatirnya.
“Kenapa sih? Aku nggak kenapa