“Ehmm.. kalau itu di luar dugaan. Hmm.. setiap kali aku mengingat hal itu, rasanya aku benar - benar bersalah sama kamu. Maaf yahh Zara.” Kata Raka lalu mengambil kedua tangan Zara untuk digenggamnya.
“Hahaha.. iya - iyaaa.. maaf yahh aku jadi ngingetin kamu hal itu lagi.” Kata Zara sambil menarik tangannya lalu memegang kedua pipi Raka.
“Hmmm. Jangan minta maaf, aku yang salah.” Kata Raka.
“Udah dehh.. aku mau mandi dulu. Mau siap - siap berangkat ke kantor. Nanti telat lagi.” Kata Zara hendak berdiri dari kursinya.
“Ehmm.. gimana kalau hari ini kita nggak isah ngantor. Kita jalan - jalan aja yuuk.” Kata Raka.
“Ehh.. nggak ahh.. nggak mau. Kalau kita berdua yang nggak masuk kantor, nanti orang - orang dikantor pada bilang apa Pak Rakaaaa? Gimana sih bapak CEO ini.. malah ngajaki