Sandra semakin salah tingkah mendengar ucapan Raka.
“Ehm.. sepertinya Pak Raka sudah termakan omongan orang - orang yang mencoba memfitnah saya. Yang mengatakan kalau saya menyukai Pak Raka. Padahal saya tidak mungkin seperti itu, saya tau kalau Pak Raka sudah punya Mba Zara. Dan terlebih lagi, Mba Zara sangat baik dengan saya, mana mungkin saya mengkhianati Mba Zara.” Jelas Sandra berusaha mencari - cari alasan, dan berbicara dengan sangat percaya diri kalau dirinya tidak menyukai Raka.
“Baiklah kalau seperti itu Mba Sandra, saya rasa itu juga tidak penting untuk kita biacarakan. Kalau Mba Sandra sudah selesai silahkan pergi dari ruangan saya yah.” Ucap Raka dengan tegas.
“Tapi Pak Raka.. apa Pak Raka benar - bebrar menganggap saya menyukai Pak Raka? Saya tidak ingin Pak Raka berang