Dela, tak sadarkan diri dalam pelukan Ilham.
Ilham merasa aneh dan tak merasakan guncangan dari tubuh Dela lagi, apakah secepat itu istrinya tertidur, ia kemudian membalikkan Dela, mengusap air mata yang membekas di pipi istrinya.
“Sayang,” panggil nya.
“ Sayang ...” Dua kali tak terjawab, ia mengusap pipi Dela, tetap saja Dela tak terbangun, ia menepuk pipinya dan Dela masih terpejam.
Ilham kemudian menguncang tubuh Dela sambil terus memanggilnya.
Dela pingsan.
“Ya ampun Del, kamu kenapa?” Ilham mulai panik mengetahui Dela-nya bukan tertidur, namun pingsan.
Ia segera menggendongnya, membawa Dela ke mobil untuk dia bawa ke rumah sakit. Ilham segera melajukan mobilnya kencang. Ia tak mau terjadi apa-apa dengan istrinya. Ilham terus mengebut, membunyikan klakson tak berhenti, kenapa